VECKY ADOE||Blog Pribadi

Ruang untuk saling berbagi, demi kehidupan yang lebih baik

Translate

Selasa, 10 Agustus 2010

ASCLEPIOS SIMBOL KEDOKTERAN

ASCLEPIOS, Dewa Pengobatan & Penyembuhan

(Simbol Kedokteran)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikH_0Lzt8vDaFVzhh-7iOUi7MyjJyNYui8ZeL8ioECBcXIPxQ-UpT0kf6sctUSVxLnJYN1Nm67Ye6D5_SwYja8WFnn5ffreh0VMz40-9TU2EdSUuGXLZ4NvmykrQP4-NGqBQ8W0Lf3J_g/s1600/Asclepius+2.jpg
           
ASCLEPIOS adalah seorang ilmuwan/dokter dari Yunani yang kemungkinan hidup pada tahun 1200 SM. Asclepios digelari sebagai God of Healing (Dewa Penyembuh) karena kemampuan yang dimilikinya dalam menyembuhkan orang sakit. Ia beroleh pendidikan kedokteran dari Cheiron (seorang Centaur) dan dikaruniai kemampuan untuk menyembuhkan (healing) serta membangunkan orang mati. Tongkat Asclepios dijadikan simbol kedokteran layaknya Tongkat Hermes.
       
Asklepios adalah dewa pengobatan dan penyembuhan dalam mitologi Yunani. Asklepios mewakili aspek penyembuhan dari seni pengobatan, sementara putri-putrinya Hygieia, Meditrinia, Iaso, Aceso, Aglaea/Egle dan Panacea melambangkan kekuatan dari kebersihan, obat, dan penyembuhan. Dalam mitologi Romawi dia dinamakan sebagai Vediovis.
             
Dia adalah anak dari Apollo dan Coronis. Ibunya dibunuh karena berselingkuh dan jasadnya dibakar, tapi anak yang sedang dia kandung diselamatkan dari rahimnya. Dari sini dia mendapat nama "Asklepios" (membedah). Apollo membawa bayi itu dan memberikannya kepada seekor Centaur bernama Cheiron yang membesarkan Asklepios dan mengajarinya seni pengobatan.

Dalam perjalanan karirnya, Asclepios mendirikan kuil yang disebut Asclepions (Asclepieia). Orang-orang sakit datang dan mendapat pengobatan di kuil tersebut. Mereka dilayani oleh para Asclepiadae (murid-murid Asclepius) serta menyerahkan persembahan kepada dewa atas kesembuhan yang mereka peroleh. Pada kuil tersebut juga terdapat banyak ular jinak yang dipelihara sebagai wujud penghormatan kepada Dewa.
           
Asklepios menikah dengan Epione, dan mempunyai enam putri: Hygieia, Meditrina (pembawa ular), Panacea, Aceso, Iaso, dan Aglaea, dan tiga putra: Machaon, Podaleirios dan Telesphoros. Dia juga mempunyai anak bersama Aristodama bernama Aratus. Nama dari putri-putrinya secara transparan menggambarkan tema "kesehatan yang baik".
            
Zeus membunuh Asklepios dengan petir karena dia membangkitkan orang mati dan menerima bayaran untuk itu. Cerita yang lain mengatakan Asklepios dibunuh setelah membangkitkan orang mati, dan Hades berpikir jika itu terus terjadi, maka tidak ada lagi arwah yang tertinggal di dunia bawah, jadi dia meminta saudaranya, untuk melenyapkannya. Hal ini membuat Apollo marah, yang kemudian membunuh para Kiklops yang membuat petir untuk Zeus. Akibatnya, Zeus kemudian mengusir Apollo dari langit malam dan memerintahkannya melayani Admetus, Raja Thessaly. Setelah kematian Asklepios, Zeus menempatkan Asklepios di antara bintang-bintang sebagai rasi bintang Ophiuchus (Si Pembawa Ular).


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrZ8HqCzz6rY-DcF4D5E07BD9aF2CXYtFatnAqut-Rm_31vSTlATxtkQHxdelJbrGA8kk97Z77waBA6035M6pbK3w17mbBbT5zsW0-U6lMDQsV4kHt5F61tjqbcIFHLg2-N7bhyphenhyphenJ2Srjk/s1600/Tongkat+asclepius.jpg
Diposting oleh VECKY ADOE di 10:39 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: KESEHATAN

Senin, 09 Agustus 2010

Hermes Dewa Pembawa Pesan Sebagai Simbol Kedokteran

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0sXiKdiQEbiNtvgLnpOYs5tDjTi5pzgXMgyBgcp3X9ONjs6_HfO21JUjgcNtrb-w6VoXqTmw8Mz1NwjMFpSgqYw2cbqokB3Aj0qFo7Xrpowz_XMemMA92ffHCHB8QgT0O5rxolSTgbLQ/s1600/hermes-image.jpgHermes adalah Dewa Pembawa Pesan dalam mitologi Yunani. Hermes dilahirkan di gunung di Arkadia. Hermes adalah anak dari Zeus dan Maia, dan merupakan salah satu dewa Olympus. Berbeda dengan Asclepios yang disebut sebagai Dewa Pengobatan/ Penyembuhan, Hermes adalah pelindung daerah perbatasan, para pengelana, gembala, pencuri, penipu, orator, sastra dan puisi, olahraga, pengukuran, penemuan, dan perdagangan. Tongkat Hermes yang bernama Kadukeus juga digunakan sebagai simbol atau lambang kesehatan layaknya Tongkat Asclepius. Padahal Hermes sendiri tidak memiliki latar belakang sebagai pemberi pengobatan atau penyembuh. Bagaimana Tongkat Hermes dapat menjadi simbol kedokteran?
          
Simbolnya meliputi kura-kura, ayam jantan, sandal bersayap, topi bersayap, dan Kadukeus (tongkat yang dia dapat dari Apollo atas penemuan Lira). Dalam mitologi Romawi, Hermes dikenali sebagai Merkurius, Dewa Perdagangan yang diadaptasi dari mitologi Etruska.

          
Selain menemukan Lira, Hermes juga dipercaya menemukan berbagai jenis olahraga seperi gulat, balap dan tinju sehingga dianggap sebagai Dewa Atletik. Hermes melidungi para olahragawan dan membantu atlet yang terluka. Para pelancong juga memberikan persembahan pada Hermes sebelum bepergian supaya perjalanan mereka aman.
         
Sebagai Dewa Pembawa Pesan, Hermes bertugas mengantarkan pesan dari para dewa di Olympus kepada manusia. Dia mengenakan sandal bersayap dalam menjalankan tugasnya. Tugas membawa pesan juga dilakukan oleh Dewi Iris.
          
Hermes juga bertugas membantu para roh menemukan jalan menuju dunia bawah. Hermes adalah salah satu dewa yang bisa dengan bebas keluar-masuk dunia bawah tanpa halangan, dewa lainnya yang bisa melakukan hal tersebut adalah Hades, Persefone, Hekate, dan Thanatos.
          
Hermes adalah dewa termuda kedua di antara dewa Olympus setelah Dionisos. Pada malam setelah dia lahir, dia mencuri ternak milik Apollo. Hermes berhubungan dengan Aphrodite dan memiliki anak bernama Hermaphroditos.
Diposting oleh VECKY ADOE di 10:44 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: KESEHATAN

Minggu, 09 Mei 2010

Renungan Kecil Sebagai Anggota DPRD




PANGGUNG politik Pemilu Legislatif 2009-2014 di Sabu Raijua resmi telah selesai. Semua anggota terpilih sudah mengucapkan sumpah dan janji, bahkan telah pula dilakukan pengisian anggota DPRD Sabu Raijua.

Maknanya, sebagai para politisi pilihan rakyat, kita segera akan unjuk gigi mempertontonkan kebolehan. Perjuangan melelahkan yang telah menyita banyak waktu, tenaga, pikiran dan juga fulus, untuk menjadi anggota dewan yang terhormat, telah sampai pada titik kulminasi. Wajar bila ada ucapan syukur, karena terpilih dari sekian banyak Calon Anggota Legislatif yang mengikuti pertarungan memperebutkan kursi.



Namun perjuangan yang sesungguhnya, membela kepentingan rakyat, mengagregasi dan mengartikulasikan aspirasi rakyat yang diwakili, baru memasuki langkah pertama. Ke depan, sang waktu akan terus berlalu hari demi hari tak kenal kata kompromi. Sebagai anggota Dewan - seperti lirik lagu Mbah Surip - kita akan menggendong kemana-mana status sosial sebagai wakil rakyat; pagi, siang, tengah malam, bangun tidur sampai tidur lagi, kemana pun kita pergi, status itu akan terus melekat. Rakyat akan mulai melakukan penilaian, bagi siapa yang siap fisik dan mental untuk naik panggung, mereka akan memperoleh keterhormatan dari masyarakat, bagi yang tidak siap, kelak akan turun tanpa keterhormatan.

Panggung politik adalah sebuah kehidupan publik tanpa tabir. Kehidupan baru yang dimasuki anggota Dewan, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, adalah sebuah kehidupan dimana transparansi menjadi sebuah keniscayaan. Gedung DPRD secara fisik boleh berdinding beton tebal, tapi dalam imajinasi publik, rumah rakyat itu ibarat rumah kaca tembus pandang.

Barangkali itu terlalu ekstrim. Tapi kita memang tak lagi bisa memutar mundur jarum jam. Masyarakat kita sudah terlanjur melek politik, masyarakat telah tumbuh menjadi sangat kritis, bahkan cenderung skeptis. Akibatnya, hampir semua fungsi pemerintahan yang mengandung elemen kekuasaan - sekecil apapun - selalu sangat terbuka terhadap kecurigaan.

Sikap curiga masyarakat tidak sepenuhnya salah. Sikap itu tumbuh justru akibat perilaku kita sebagai para elit politik dan birokrasi itu sendiri yang seringkali dirasakan kurang cerdas mengakomodasi aspirasi kebutuhan rakyat. Kesulitan rakyat sering tak teratasi secara konsepsional. Solusi, ada kalanya mengandung pula muatan kepentingan. Dalil Lord Acton agaknya benar, kekuasaan cenderung disalah gunakan. Kekuasaan cenderung korup.

Pada bagian lain, sebagai pengambil keputusan, kita adakalanya mencari jalan pintas mudah, meminta rakyat berdo'a saja untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Jelas itu tidak menyalahi. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, berdoa tidak perlu disuruh atau bahkan dimobilisasi. Dengan atau tanpa pemerintah pun rakyat selalu berdo'a siang malam. Tapi pertama-tama yang harus dilakukan sebelum menyalahkan alam dan kemudian angkat tangan, sebagai pemangku kekuasaan, kita terlebih dahulu harus menggunakan akal sehat dengan memanfaatkan instrumen ilmu pengetahuan dan menggerakkan seluruh potensi yang ada.

Hal inilah agaknya yang sampai hari ini belum kita lakukan sungguh-sungguh, sebab apa yang tahun-tahun lalu sudah merupakan masalah, tahun ini masih harus kita hadapi juga sebagai masalah. Kita lupa petuah orang-orang tua, dimana ada kemauan di situ ada jalan.
Tidak bisa dipungkiri, banyak orang berharap dengan terbentuknya DPRD Sabu Raijua akan membawa banyak perubahan mendasar. Harapan yang tinggi disangkutkan di pundak DPRD. Masyarakat akan mulai melihat, dan sekaranglah saatnya momentum bagi DPRD untuk memuaskan harapan masyarakat. Keterbukaan semakin terjamin dan hampir tak ada lagi celah bagi pemangku kekuasaan untuk menyalah gunakan kekuasaannya dengan adanya pengawasan dari DPRD. Itu dalam tataran konsep tata berpemerintahan yang logis.

Namun, rising expectation (meningkatnya nilai harapan) bisa jadi dilema. Tanggungjawab wakil rakyat mengharuskan kita memperjuangkan aspirasi rakyat dengan gigih. Benturan adu pendapat antara wakil rakyat di panggung politik yang selalu berlindung di bawah aspirasi rakyat dengan para pemangku kekuasaan yang selalu menggunakan pendekatan kesisteman dalam memberikan justifikasi terhadap kebijakannya, tak akan terhindarkan. Bukan hanya itu, adakalanya banyak pula "PENUMPANG" yang turut memperkeruh suasana, hanya untuk sekedar mencari kesempatan memancing di air keruh. Benturan sering menimbulkan stagnasi dan ini bisa memicu AGRESIVITAS.

Kompromi atau negosiasi sebagai jalan tengah bisa menyesatkan, tapi bernegosiasi untuk kepentingan rakyat juga bukan hal tabu. Di sinilah uji nyali terjadi. Ungkapan John F. Kennedy dalam pidato pengukuhannya sebagai Presiden AS ke-35, pada 1961, menarik untuk dicermati. "Ketulusan selalu perlu dibuktikan. Jangan pernah bernegosiasi karena kita merasa takut. Tapi janganlah pula kita merasa takut bernegosiasi." Ujar Kennedy. "Tidak banyak ruang tersedia bagi orang-orang pengecut."

"Keberanian adalah anugerah di bawah tekanan", kata sastrawan Ernest Hemingway. Dan tekanan bagi anggota dewan tak akan pernah surut, bahkan intensitasnya akan meningkat. Baik dari internal (sesama anggota dewan maupun parpol induk nya), maupun dari luar (pemerintah atau masyarakat itu sendiri yang ditunggangi kepentingan politik tertentu). Namun betapa dilematis pun posisinya, wakil rakyat memang harus berani berpihak pada rakyat, entah siapa pun lawannya...
SEMOGA TUHAN MENOLONG KAMI !!!

https://www.facebook.com/notes/vecky-adoe/renungan-kecil-anggota-dprd/410330278981018
Diposting oleh VECKY ADOE di 20:12 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: PERENUNGAN

Selasa, 13 Januari 2009

SILSILAH SAYA





Sedikit Tentang SILSILAH

(Sesuai pandangan hidup dan kepercayaan masyarakat Sabu, NTT)
================================================

1. DEO AMA (Tuhan Allah) menciptakan:
2. [ADDA DEO (Adam) + EWA DEO (Hawa)] memperanakkan:
3. MAKI ADDA memperanakkan:
4. MANNO MAKI memperanakkan:
5. LIE MANNO memperanakkan ke-dua anaknya:
6.1 JALLA LIE;
6.2 LALA LIE.

Selanjutnya:

6.2 LALA LIE memperanakkan:
7. BELA LALA memperanakkan:
8. BAKO BELA memperanakkan:
9. BALLA BAKO memperanakkan ke-tiga anaknya:
10.1. DAHI BALLA (Samudera Raya);
10.2. RAI BALLA (Bumi);
10.3. LIRU BALLA (Langit).

Sedangkan:

6.1. JALLA LIE memperanakkan:
7. LAKKA JALLA memperanakkan:
8. AMO LAKKA memperanakkan:
9. DULU AMO memperanakkan:
10. DA’I DULU memperanakkan ke-dua anaknya:
11.1. [NATA DA’I/dipercaya oleh orang Sabu secara turun temurun sebagai leluhurnya Manusia, Hewan, & Tumbuhan;
11.2. DARA DA’I/Leluhurnya gejala-gejala angkasa].

Selanjutnya:

11.2 DARA DA'I memperanakkan:
12.1 GUTU DARA;
12.2 TAKA DARA;
12.3 MARI DARA;
12.4 O DARA;
12.5 LAKA DARA;
12.6 RUTU DARA;
12.7 HILA DARA;
12.8 NGADDA DARA;
12.9 RURU DARA;
12.10 WAWO DARA;
12.11 RI DARA;
12.12 NUHE DARA (Dianggap makhluk manusia gaib);
12.13 MAMO DARA;
12.14 RE DARA;
12.15 RIKA DARA;
12.16 LABA DARA;
12.17 GARA DARA;
12.18 LANGNGI DARA;
12.19 WONGA DARA.

Selanjutnya:

12.17 GARA DARA memperanakkan:
13.1 GURU GARA;
13.2 GUDE GARA;
13.3 GUME GARA.

Sedangkan:

12.18 LANGNGI DARA memperanakkan:
13. WADU LANGNGI (menikah dengan INA DJAWA WAWA), memperanakkan ke-dua anaknya:
14.1 POLE WADU;
14.2 DJAWA WADU (Pencipta Tarian Ledo Hawu).

Selanjutnya:

14.1 POLE WADU memperanakkan:
15. TIO POLE memperanakkan:
16. LOLE TIO memperanakkan ke-empat anaknya:

17.1 LOU LOLE;
17.2 DIMU LOLE;
17.3 DAE LOLE;
17.4 WA LOLE.

Sedangkan:

12.19 WONGA DARA memperanakkan ke-delapan anaknya:
13.1 BIRI WONGA;
13.2 KANGNGU WONGA;
13.3 RADJA WONGA;
13.4 KE WONGA;
13.5 OE WONGA;
13.6 HIDA WONGA;
13.7 AI WONGA;
13.8 RAU WONGA.

Selanjutnya:

13.8 RAU WONGA memperanakkan:
14. NGAHU RAU memperanakkan:
15. MANU NGAHU.

Sedangkan:

11.1. NATA DA’I memperanakkan:
12. AI NATA memperanakkan:
13. RA AI memperanakkan:
14. MEA RA memperanakkan:
15. MARA MEA memperanakkan:
16. MURI MARA memperanakkan ke-dua anaknya:
17.1 BOKO MURI;
17.2 MAJA MURI (dianggap seorang tokoh yang sangat sakti. Oleh para leluhur orang Sabu, tokoh ini disebut dengan julukan: "MAJA MURI LAI BARI ANNI").

Selanjutnya:

17.1 BOKO MURI memperanakkan:
18. HOLO BOKO memperanakkan:
19. RO HOLO memperanakkan:
20. LEDE RO memperanakkan:
21. KOLO LEDE memperanakkan:
22. DULU KOLO memperanakkan:
23. DA’I DULU memperanakkan:
24. DARA DA’I memperanakkan ke-tiga anaknya:
25.1 WANYNYI DARA;
25.2 WONGA DARA;
25.3 RI DARA (dipercayai turun temurun oleh leluhur orang Sabu sebagai leluhurnya mahluk sejenis manusia sakti dari lautan).

Selanjutnya:

25.3 RI DARA memperanakkan:
26. DARA RI memperanakkan ke-dua anaknya:

27.1. WANYNYI DARA (dipercayai sebagai wanita sakti dari lautan yang muncul beberapa kali berinteraksi dengan manusia dan menurunkan beberapa keturunan. Sejenis legenda Nyi Roro Kidul di Jawa. Diberi julukan: "Wanynyi Lobo Maukia Liru Ina Ju Loha Ngara Rai Hawu Eppa Bue).
27.2 HURI DARA.

Selanjutnya:

25.2 WONGA DARA memperanakkan ke-dua anaknya:
26.1 A WONGA;
26.2 WIE WONGA.

Selanjutnya:

26.2 WIE WONGA memperanakkan:
27. JU WIE (dipercayai oleh leluhur orang Sabu sebagai pimpinan adat yang sakti, tinggal di bulan sebagai pengamat/Doheleo).

Selanjutnya:

26.1 A WONGA memperanakkan:
27. RA A memperanakkan:
28. ERE RA memperanakkan:
29. MAHO ERE memperanakkan:
30. LOU MAHO memperanakkan ke-tiga anaknya:
31.1 GA LOU;
31.2 UDA LOU;
31.3 DJAWA LOU.
(* UDA LOU dan DJAWA LOU dikisahkan kemudian merantau keluar dari Sabu, namun kemudian kembali dan menetap di Sabu).

Selanjutnya:

31.1 GA LOU memperanakkan:
32. HAWU GA (KIKA GA/KIKA LIRU--yang dalam beberapa literatur referensi tentang Sabu, diyakini sebagai MANUSIA PERTAMA DI SABU), HAWU GA/KIKA GA memperanakkan:
33. HU HAWU (HU KIKA) memperanakkan:
34. UNGU HU memperanakkan:
35. AE UNGU memperanakkan:
36. RAI AE [Ketika tokoh ini meninggal, sesuai keyakinan orang Sabu, dari organ-organ tubuhnya menjelma ('bari anni) menjadi tumbuh-tumbuhan: Batok Kepalanya menjadi Kelapa, Pinang dari biji matanya, Sirih dari jarinya, Lontar dari kemaluan, Kacang dari ginjalnya, Nila dari empedunya, dan Mengkudu dari ludahnya]. Sebelum meninggal, RAI AE memperanakkan ke-empat anaknya:

37.1 NGARA RAI;
37.2 PIGA RAI;
37.3 DJARI RAI;
37.4 BIRI RAI.

Kedua saudara sekandung (37.1 NGARA RAI + 37.2 PIGA RAI) kemudian menikah sesama saudara sekandung (incest) dan memperanakkan ke-dua anaknya:

38.1 MIHA NGARA;
38.2 ALU NGARA.

Keduanya (38.1 MIHA NGARA + 38.2 ALU NGARA) juga kemudian menikah sesama saudara sekandung (incest) dan memperanakkan ke-empat anaknya:

39.1 HAWU MIHA;
39.2 HUBA MIHA--menurut legenda di Sabu, HUBA MIHA ini kemudian merantau ke Sumba dan menjadi salah satu leluhur orang Sumba;
39.3 EDE MIHA--menurut legenda di Sabu, merantau ke Ende/Flores dan menjadi salah satu leluhur orang Ende/Flores;
39.4 JAWA MIHA--menurut legenda di Sabu, ia kemudian merantau ke pulau Jawa dan menjadi salah satu leluhur orang Jawa. Khusus tentang JAWA MIHA ini, oleh beberapa penutur sering dihubungkan dengan adanya Pantai KARANG HAWU di Pulau Jawa dan legenda tentang AJISAKA].

Selanjutnya:

39.1 HAWU MIHA memperanakkan ke-dua anaknya:
40.1 RAI HAWU;
40.2 MAU HAWU.

Selanjutnya:

40.2 MAU HAWU memperanakkan ke-dua anaknya:
41.1 TI MAU (dipercaya menjadi salah satu leluhur orang Rote);
41.2 BELLU MAU (dipercaya menjadi salah satu leluhur orang Timor).

Sedangkan:

40.1 RAI HAWU memperanakkan:
41. NGARA RAI memperanakkan:
42. MIHA NGARA memperanakkan ke-empat anaknya:

43.1 DIDA MIHA;
43.2 IE MIHA;
43.3 RIHI MIHA (dipercaya sebagai manusia sakti dan gaib, leluhurnya mahluk-mahluk gaib. Dalam kepercayaan orang Sabu, silsilah leluhur ini sangat tabu dituturkan sembarangan);
43.4 HAWU MIHA (dipercayai sebagai tokoh sakti dan yang pertama kali membuat rumah Sabu sebagai cikal bakal rumah Sabu seperti sekarang/Ammu Hawu).

Selanjutnya:

43.1 DIDA MIHA memperanakkan ke-lima anaknya:
44.1 JUA DIDA;
44.2 POJO DIDA;
44.3 HU'E DIDA;
44.4 REDE DIDA;
44.5 DODO DIDA.
(* JUA DIDA, POJO DIDA dan HU'E DIDA adalah ketiga anak DIDA MIHA di Raijua).

Selanjutnya:

44.4 REDE DIDA memperanakkan:
45. BABO REDE memperanakkan ke-empat anaknya:

46.1 TADU BABO;
46.2 MUJI BABO;
46.3 LOU BABO;
46.4 WUNU BABO.

Selanjutnya:

46.1 TADU BABO memperanakkan:
47. DAMU TADU.

Sedangkan:

46.4 WUNU BABO memperanakkan ke-tiga anaknya:
47.1 DARA WUNU;
47.2 HIRE WUNU;
47.3 GALI WUNU.
*)Ketiganya adalah leluhur Suku Teriwu.

Sedangkan:

43.2 IE MIHA memperanakkan:
44. MONE IE (nama leluhur inilah yang diabadikan menjadi RAE MONE IE di desa Teriwu, salah satu kampung adat yang dikeramatkan/disakralkan). MONE IE memperanakkan:
45. ABA MONE memperanakkan:
46. KABBO ABA memperanakkan:
47. HUBA KABBO memperanakkan:
48. WAKA HUBA memperanakkan:
49. WAY WAKA memperanakkan ke-lima anaknya:

50.1 DARA WAY (Leluhurnya Orang SEBA/HABBA);
50.2 KOLE WAY (Leluhurnya Orang MESARA/MEHARA);
50.3 WARA WAY (Leluhurnya Orang LIAE);
50.4 LAKI WAY (Leluhurnya Orang TIMU/DIMU);
50.5 JAKA WAY (Leluhurnya Orang RAIJUA).

Selanjutnya:

50.1 DARA WAY (leluhurnya orang Seba) memperanakkan ke-dua anaknya:
51.1 HILA DARA;
51.2 DIE DARA.

Selanjutnya:

51.2 DIE DARA memperanakkan:
52. RABA DIE.

Sedangkan:

51.1 HILA DARA memperanakkan:
52. DANA HILA memperanakkan:
53. TABA DANA memperanakkan:
54. ABA TABA memperanakkan:
55. ROBO ABA (Leluhurnya orang Seba yang kemudian mendirikan Kampung Adat NAMATA).

Selanjutnya:

50.2 KOLE WAY (leluhurnya orang Mehara) memperanakkan ke-dua anaknya:
51.1 HORO KOLE;
51.2 JUA KOLE.

Selanjutnya:

51.2 JUA KOLE memperanakkan ke-dua anaknya:
52.1 MAJI JUA;
52.2 TINA JUA.

Selanjutnya:

52.2 TINA JUA memperanakkan:
53. RAI TINA memperanakkan:
54. AGO RAI (Leluhurnya klan NABELU dan NANAWA).

Sedangkan:

51.1 HORO KOLE memperanakkan:
52. WILA HORO memperanakkan ketiga anaknya:

53.1 RAE WILA;
53.2 LELE WILA;
53.3 HARI WILA. (Tokoh ini di kemudian hari ada hubungannya dengan kisah tentang tokoh HARI DJUDA dari Liae dan berujung pada dibuatnya tempat adat yang masih ada hingga kini di Mehara: NADA HARI).

Selanjutnya:

53.2 LELE WILA memperanakkan ke-dua anaknya:
54.1 PANA LELE;
54.2 HUNGU LELE.

Selanjutnya:

54.2 HUNGU LELE memperanakkan:
55. HIPA HUNGU (leluhurnya klan NAHIPA).

Sedangkan:

54.1 PANA LELE memperanakkan:
55. RAI PANA memperanakkan ke-dua anaknya:

56.1 LUNGI RAI (leluhurnya klan AE LUNGI);
56.2 LOBO RAI.

Selanjutnya:

56.2 LOBO RAI memperanakkan ke-tiga anaknya:
57.1 PUDI LOBO (leluhurnya klan NAPUPUDI);
57.2 HAWU LOBO;
57.3 PENU LOBO (leluhurnya klan NAPUPENU dan klan NAPUHINA).

Selanjutnya:

57.2 HAWU LOBO memperanakkan:
58. TITU HAWU (leluhurnya klan NAPUTITU).

Sedangkan:

50.3 WARA WAY (leluhurnya orang Liae) memperanakkan:
51. ADOE WARA memperanakkan ke-empat anaknya:

52.1 LOGO ADOE;
52.2 NGARA ADOE;
52.3 TIGA ADOE;
52.4 JAGGA ADOE.

Selanjutnya:

52.2 NGARA ADOE memperanakkan:
53. MIHA NGARA memperanakkan:
54. DJUDA MIHA memperanakkan:
55. HARI DJUDA (leluhur ini diyakini sebagai seorang yang sakti. Diceritakan bahwa dalam perjalanannya ke Mehara, setelah membuat tempat adat bernama NADA HARI bersama dengan saudaranya HARI WILA (keturunan KOLE WAY di Mehara), timbul perselisihan dengan orang-orang di Mehara akibat kesalah-pahaman, dan ia kemudian dibunuh dengan cara dimutilasi kemudian dibuang ke dalam sumur, namun dalam legendanya, berkat pertolongan ayam dan anjing, ia dapat hidup kembali. Itulah mengapa di Sabu udu/klan Na Dai pantang makan daging anjing, karena terikat sumpahnya tokoh leluhur ini. HARI DJUDA memperanakkan:
56. HINA HARI memperanakkan:
57. KAHO HINA memperanakkan:
58. RE KAHO memperanakkan:
59. LOGO RE memperanakkan ke-empat anaknya:

60.1 UDJU LOGO--leluhurnya Kerogo/Klan NAPU UDJU;
60.2 LAY LOGO;
60.3 LERU LOGO--leluhurnya Kerogo/Klan NALERU;
60.4 NAWA LOGO--leluhurnya Udu NA NAWA.

Selanjutnya:

60.1 UDJU LOGO memperanakkan:
61. BARA UDJU memperanakkan:
62. DAI BARA memperanakkan ke-dua anaknya:

63.1 DJAMMI DAI;
63.2 LUDJI DAI.

Selanjutnya:

63.2 LUDJI DAI memperanakkan:
64. DOKO LUDJI memperanakkan:
65. ROHI DOKO memperanakkan:
66. GA ROHI memperanakkan:
67. PENU GA (menikah dengan PIGA ROHI, seorang wanita dari klan NANAWA NADA WUDDI), memperanakkan ke-tiga anaknya:
     68.1 KADJI PENU; (Nama dari leluhur inilah yang tetap dipakai sebagai nama marga bagi Keluarga Besar KADJI sampai saat ini);
     68.2 NGEDDE PENU;
68.3 DJITTE PENU.

Selanjutnya:
68.1 KADJI PENU. Tiga kali menikah dan berkembang sbb:

68.1 KADJI PENU (menikah dengan PIGA LAY, isteri pertama) memperanakkan ke-tiga anaknya:
     69.1 ROHI KADJI (jalur keturunan ini putus);
     69.2 BANNI KADJI;
     69.3 BUA KADJI.

68.1 KADJI PENU (menikah dengan DIKU TEDJU, isteri kedua) memperanakkan:
     69. RIHI KADJI.

68.1 KADJI PENU (menikah dengan LA’A HAPPU, isteri ketiga) memperanakkan ke-enam anaknya:
     69.1 ADOE KADJI;
     69.2 HELA KADJI
     69.3 LUDJI KADJI;
     69.4 LEBE KADJI;
     69.5 BALLE KADJI;
     69.6 PIGA KADJI.

Selanjutnya:

69.1 ADOE KADJI/MA RAGA ADOE. Nama dari leluhur inilah yang tetap dipakai sebagai nama marga bagi keluarga besar ADOE sampai sekarang. Menikah dengan HEDE HIBA, seorang wanita dari klan NA REBBO) memperanakkan ke-sebelas anaknya:
     70.1 RAGA ADOE;
     70.2 NGEDE ADOE/DIOGENES ADOE;
     70.3 KALE ADOE/KALEB ADOE;
     70.4 NGARA ADOE;
     70.5 MONE ADOE;
     70.6 LOGO ADOE;
     70.7 LEBA ADOE;
     70.8 LEDE ADOE/Drs. DANIEL ADOE;
     70.9 DAMMU ADOE;
     70.10 DJATTU ADOE;
     70.11 BANNI ADOE.

Selanjutnya:

69.2 HELA KADJI (Menikah dengan LEPA ROGA) memperanakkan anak-anaknya: 
     70.1 KORE HELA;
     70.2 MANNO HELA;
     70.3 BANNI HELA;
     70.4 DIMA HELA;
     70.5 NIA HELA;
     70.6 ULY HELA;
     70.7 KAHO HELA;
     70.8 MAMO HELA;
     70.9 REDE HELA.


Selanjutnya :

70.9 REDE HELA memperanakkan : 
     71.1 RATU REDE;
     71.2 MANGNGI REDE/MA'E REDE/MARTHEN KADJI;
     71.3 DJUNU REDE;
     71.4 RIHI REDE/Nikolas Kadji;
     71.5 BIDA REDE.


Selanjutnya :

71.2 MANGNGI REDE/MA'E REDE/MARTHEN KADJI (Menikah dengan LILO KOTA/LORIA DAKE WINU) memperanakkan anak-anak: 
     72.1 MIGU MA'E/DOMINGGUS KADJI;
     72.2 TADA MA'E/THERSIA KADJI;
     72.3 LEDI MA'E/LENDRIK KADJI;
     72.4 HELA MA'E/HENOK KADJI/Nokes Kadji;
     72.5 DAU MA'E/DAUD KADJI;
     72.6 MATA MA'E/MARTHA DESILFA KADJI/DESI KADJI;
     72.7 ALU MA'E/AGUSTINA KADJI;
     72.8 LAPPA MA'E/PAULINA KADJI;


Selanjutnya:

71.4 RIHI REDE/NIKOLAS KADJI (Menikah dengan seorang wanita dari Desa Bolua, Raijua: ibu BETSAIDA HEDE PATU) memperanakkan anak-anak: 
     72.1 KADJI RIHI/Jefri Kadji;
     72.2 DADDU RIHI/Bobi Kadji;
     72.3 ULY HELA/Dedy Kadji;
     72.4 HUNGA RIHI/Ina Kadji.


Selanjutnya:

70.3 KALE ADOE/KALEB ADOE (menikah dengan seorang wanita dari Kota Hawu, JULIANA MATA RATU/NIA MATA) memperanakkan ke-delapan anaknya:
     71.1 ALCHIBIADES ADOE/KITA KALE;
     71.2 NICKODEMUS ADOE/NARA KALE;
     71.3 DJIBRAEL ADOE/DJARA KALE;
     71.4 CAROLINA ADOE/LINA ADOE;
     71.5 DJUNUS KALE ADOE/DJU KALE;
    71.6 PETRUS ADOE KADJI/PADJI KALE;
    71.7 IMELDA ANTJE ADOE/RADE KALE;
    71.8 CHARLOTTA ADOE/LONI KALE.

Sedangkan:

70.3 KALE ADOE/KALEB ADOE + KUDJI MINA memperanakkan : 
     71. RIWU KUDJI/HERMANUS KUDJI ~> di Kota Hawu.

Selanjutnya :

70.5 MONE ADOE (Menikah dengan NONA NILI dari Raewattu) memperanakkan:

71.1 HELA MONE/HERSON ADOE
, Menikah dengan BANNI MAMO/BENDELINA PE memperanakkan :

72.1 WANYNYI HELA/WELMINCE ADOE;
memperanakkan: 
     73.1 NARA WANYNYI/NIKSON MARSEL ALSIUS ADOE/NIKO ADOE;
     73.2 RADJA WANYNYI/ROBINSON ADOE/ROBIN ADOE;
     73.3 LODO WANYNYI/LABAN POTIFERA ADOE/LABAN ADOE.

 
72.2 MAMO HELA/MARSELINA AGUSTINA ADOE;
72.3 EDO HELA/ELISABETH ADOE.

71.2 PE MONE;
71.3 TADU MONE/THOBIAS ADOE;
71.4 HA'E MONE/HERMAN ADOE;
71.5 UPA MONE/ORPA ADOE;
71.6 LADO MONE;
71.7 MODJO MONE/MARTHA MODIANA ADOE.


Selanjutnya:

71.1 ALCHIBIADES ADOE/KITA KALE (menikah dengan seorang wanita dari Wagga Ae Seba, ANACHE RATU KALE) memperanakkan anak-anak:

72.1 DIOGHENES ADOE/HENES ADOE;

72.2 HERRYSON ADOE;
72.3 ROSALIN ADOE;
72.4 FRITS KALEB ADOE;
72.5 LUKAS/LUKRIS ADOE;
72.6 JACKSON/JACKY ADOE;
72.7 EVITHA ADOE;
72.8 DARIUS ADOE.


Selanjutnya:

71.2 NICKODEMUS ADOE/NIKO ADOE/NARA KALE (menikah dengan MERRIANA BOKI) memperanakkan anak-anak:

72.1 KRISLER ADOE;

72.2 LETHY ADOE;
72.3 DESSY ADOE;
72.4 NARDO ADOE.


Selanjutnya :

71.3 DJIBRAEL ADOE/DJARA KALE (menikah dengan wanita dari klan NA NAWA, THERSIANA THEODORA RIWU/TENGA WADU) memperanakkan ke-lima anak-anak:

72.1 LEONIDAS VICTORYA CONSTANTYN ADOE/RIWU DJARA/Vecky Adoe;
72.2 YORGENS LIEVELS DOMISONS ADOE/TITU DJARA/Yorgen Adoe;
72.3 KERISTIAN ADOE/LORO DJARA/Kris Adoe;
72.4 DOMINGGUS GODLIEF HERYSON ADOE/KAKO DJARA/Dody Adoe;
72.5 YANDRY SELSTU EDYSON ADOE/DUE DJARA/Adi Adoe.

Selanjutnya:

71.4 CAROLINA ADOE/LINA ADOE ~> tidak memiliki keturunan.

Selanjutnya :
 
71.5 DJUNUS KALE ADOE/DJU KALE (menikah dengan YAKOBA RATU KE, dari desa Delo Sabu Barat) memperanakkan anak-anak:

72.1 WHYNOT ADOE/INO ADOE;

72.2 WISYE ADOE;
72.3 DEWI ADOE;
72.4 ELTHON ADOE.


Selanjutnya :

71.6 PETRUS ADOE KADJI/PADJI KALE (menikah dengan YULLY BUNGA, wanita dari Eiwou desa Raemude Sabu Barat) memperanakkan anak-anak:

72.1 LELLY MARSELINA ADOE;

72.2 FRENGKY ADOE;
72.3 MORGAN ADOE;
72.4 GABBY ADOE;
72.5 ERICK VALENTINO ADOE.


Selanjutnya :

71.7 IMELDA ANTJE ADOE/ANCE ADOE/RADE KALE (menikah dengan F. LAMBERT NGURU) memperanakkan anak-anak:

72.1 MARTHEN ALEXANDER NGURU/ATEN NGURU/MA LEBA;

72.2 KAREL ROBINZON NGURU;
72.3 STEVEN ANDERSON NGURU;
72.4 JOICE NELLY MARLINA NGURU/JOICE NGURU/NA WILA.


Selanjutnya :

 

72.1 LEONIDAS VICTORYA CONSTANTYN ADOE/RIWU DJARA/VECKY ADOE(menikah dengan SITI KHOTIMAH, seorang wanita dari Kota Malang, Jawa Timur) memperanakkan:

73.1 YULIANA GANESTY EKA PUTRI ADOE/NIA RIWU/Putry Adoe;
73.2 SLASH GANESHA DWI PUTRA ADOE/Ganesh Adoe;
73.3 STEVEN APRIANZA TRI PUTRA ADOE/Rian Adoe;
73.4 PRISCHA THEODORA APRILIANI ADOE/Prischa Adoe;
73.5 MARIA YUNIATI THERSIANA ADOE/Maria Adoe.

 Sedangkan :

72.2 YORGENS LIEVEL DOMISONS ADOE/TITU DJARRA/Yorgens Adoe (menikah dengan WASTY ESTER MANAFE/Wasty Manafe) memperanakkan:
[GIVEN ALEXANDER ADOE].


72.3 KERISTIAN ADOE/LORO DJARRA (menikah dengan RINCE MARYATI SIDIK). ~> belum memiliki keturunan.

72.4 DOMINGGUS GODLIEF HERRISON ADOE/KAKO DJARRA (menikah dengan JUMY NARWASTY DAI/Jumy Narwasty/Yumi) memperanakkan anak-anak:
[YUDHA ADOE, KINDLY ADOE, TRISTAN ADOE, MARQUES ADOE].


72.5 YANDRY SELSSTU EDYSON ADOE/DUE DJARRA (menikah dengan AYU SONYA STEFANY TAMBUNAN/Ayu Tambunan) memperanakkan:
[JESSICA ADOE].


* Mohon dikoreksi apabila ada kesalahan penulisan nama bapa dan mama serta basudara, demi meluruskan silsilah yang sebenarnya bagi generasi ADOE-KADJI di kemudian hari.
** Kepada bapa, mama, kakak, adik dan basudara lainnya, kiranya dapat juga menuliskan silsilahnya sesuai percabangan silsilah pokok di atas, agar kami generasi selanjutnya dapat saling lebih mengenal di antara basudara. Tuhan memberkati.
*) Telah disunting/diralat/diperbaiki susunan dan urutannya serta perubahan beberapa nama leluhur, dan diperluas percabangannya berdasarkan masukan dari beberapa sumber dan penutur.
Diposting oleh VECKY ADOE di 01:30 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: SILSILAH

Rabu, 26 Agustus 1998

KUDETA MILITER SOEHARTO DIBONGKAR

Berbagai Versi Surat Perintah Sebelas Maret


JAKARTA, (SiaR, 26/8/98) Letda Inf. (Purn) Soekardjo Wilardjito (71), yang mengaku sebagai seorang saksi mata, memberikan kesaksian bahwa penyerahan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) ke Soeharto merupakan hasil dari todongan pistol Jenderal Basuki Rachmat dan Jenderal Panggabean ke arah Soekarno di Istana Bogor. Namun sumber dari beberapa kalangan tentara eks tahanan politik PKI justru masih meragukan kebenaran pengakuan itu.


Soekardjo Wilardjito


Menurut laporan harian Bernas dan Surya, Selasa (24/8), Soekardjo mengaku menyaksikan sendiri aksi para Jenderal suruhan Soeharto itu mengintimidasi Soekarno untuk menandatangani Supersemar.

"Waktu itu Jenderal Basuki Rachmat dan Jenderal Maraden Panggabean menodongkan senjata pistol FN 45 ke arah Bung Karno. Sementara Jenderal M. Jusuf menyodorkan map warna merah muda berisi sebuah dokumen," kata Soekardjo kepada wartawan di kediamannya di Kampung Gancahan 5 Sidomulyo - Godean Kabupaten Sleman.




Menurut penuturan Soekardjo,  dini hari itu Bung Karno cukup terkejut dengan cara yang dilakukan para Jenderal. "Lho, ini diktumnya kok militer", komentar Bung Karno yang ditirukan kembali oleh  Soekardjo.

Waktu itu para Jenderal menjawab bahwa itu dilakukan karena keadaannya  sangat mendesak. Soekarno pun pasrah, dan menjawab, "baiklah saya serahkan kekuasaan pada Harto, tetapi setelah selesai supaya dikembalikan lagi ke saya."



Jenderal Basuki Rachmat



Jenderal M. Jusuf


Jenderal Maraden Panggabean


Saat itu Soekardjo adalah perwira security yang berdiri menjaga di belakang Bung Karno. Di harian Bernas digambarkan posisi diagram duduknya BK dengan empat Jenderal. Ketika melihat penodongan, Soekardjo akan mencabut pistolnya, tetapi dilarang oleh Bung Karno.  Beberapa hari kemudian Soekardjo ditangkap oleh pasukan RPKAD dan Kostrad, kemudian ditahan dengan berpindah-pindah tempat sejak 1966 sampai 1977, tanpa Surat Penahanan.

Kesaksian Soekardjo di kantor LBH Yogyakarta ini dinilai oleh sejumlah kalangan sebagai pengakuan yang cukup berani setelah 32 tahun lebih tak ada seorang pun yang berani mengungkap misteri sejarah bangsa Indonesia pada September 1965 - Maret 1966. Kalaupun ada, mungkin hanya berbentuk hasil penelitian atau kajian orang luar negeri yang beredar secara sembunyi-sembunyi di kalangan tertentu. "Pengakuan saksi mata belum ada. Pengakuan Soekardjo merupakan langkah awal untuk bisa membuka misteri 1965-1966", kata sumber SiaR.

Sumber ini menyebut bahwa kudeta "Supersemar" ini kemudian dilanjutkan oleh Soeharto dengan mengadakan witch hunt berupa operasi militer besar-besaran terhadap anggota-anggota PKI dan para simpatisannya.




Hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Pencari Fakta, lebih dikenal sebagai Komisi Lima yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri saat itu, Mayjen. dr. Soemarno, dengan anggota-anggota Moedjoko (POLRI), Oei Tjoe Tat, SH, Mayjen Achmadi (ex. Brigade XVII/TP) dan seorang lagi dari tokoh Islam, menyebut bahwa jumlah korban pembunuhan yang dilakukan atas perintah Soeharto sekitar 500 ribu orang. Bahkan menurut pengakuan mendiang Letnan Jendral Sarwo Edhie Wibowo kepada Permadi, SH, jumlahnya mencapai sekitar tiga juta orang. "Itu yang ia suruh bunuh dan ia bunuh sendiri", kata sumber ini. *****





Source:
SiaR---KUDETA MILITER SOEHARTO DIBONGKAR
Subject: SiaR---KUDETA MILITER SOEHARTO DIBONGKAR 

From: SiaR News Service
Date: Wed, 26 Aug 1998 14:22:50 - 07:00
Diposting oleh VECKY ADOE di 22:00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: SEJARAH
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Postingan (Atom)
  • Beranda

Apa Yang Anda Cari?

About Me:

Foto saya
VECKY ADOE
Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Follow Me:

Tamu Blog :

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar

Wikipedia

Hasil penelusuran

Label

  • ARTIKEL (6)
  • BIOGRAFI TOKOH (12)
  • DUNIA BATU AKIK (1)
  • DUNIA ORANG SABU (1)
  • HUKUM (3)
  • JUJUR (2)
  • KESEHATAN (19)
  • MOTIVATOR (2)
  • MOTOR (1)
  • PEMERINTAHAN DAERAH (6)
  • PEMILU (1)
  • PERENUNGAN (3)
  • POLITIK (2)
  • SATIRE (1)
  • SEJARAH (11)
  • SILSILAH (1)

Bongkar Arsip Lama Di Sini :

  • ▼  2019 (2)
    • ▼  Juni (2)
      • PEMILU INDONESIA DARI MASA KE MASA
      • Bicara To The Point Saja !
  • ►  2018 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  September (3)
  • ►  2015 (33)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (28)
  • ►  2014 (10)
    • ►  November (2)
    • ►  Maret (8)
  • ►  2013 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2011 (8)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2010 (9)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  1998 (1)
    • ►  Agustus (1)

Arsip HOT

Surat dari Che Guevara, Untuk Kawan-Kawan Muda

Kalau aku boleh memilih untuk berjuang, mungkin saat ini aku ingin tinggal bersama kalian. Melewati jalanan yang padat lalu lintas, denga...

Links:

  • Blog F-PDI PERJUANGAN SABU RAIJUA
  • Website Pariwisata Resmi Kabupaten Sabu Raijua
  • Website Resmi Pemda Kabupaten Sabu Raijua

Facebook

Facebook
Beta Pung Facebook
Untuk Konsumsi Kalangan Sendiri. Tema Sederhana. Gambar tema oleh luoman. Diberdayakan oleh Blogger.