Translate

Selasa, 11 Maret 2014

Kata-Kata Bijak Nelson Mandela


"Memimpinlah dari belakang dan biarkan yang lain di depan ketika Anda merayakan kemenangan. Saat bahaya datang, berdirilah paling depan, maka orang akan menghormati Anda."

“Jika Anda ingin berdamai dengan musuh Anda, maka Anda harus bekerja sama dengan musuh Anda. Setelah itu barulah dia menjadi rekan Anda.”

“Bila hak hidup seseorang yang ia yakini diingkari, maka tidak ada pilihan lain baginya selain menjadi penjahat.”

“Saya menyadari bahwa keberanian bukanlah hilangnya rasa takut, namun penaklukan terhadap ketakutan. Orang yang berani bukanlah orang yang tidak merasakan ketakutan, tetapi orang yang mampu menaklukkan ketakutan.”

“Kepala yang bagus dan hati yang baik selalu menjadi kombinasi yang hebat. Tetapi kalau Anda tambahkan lidah yang bicara atau pena, maka Anda mempunyai sesuatu yang sangat spesial.”

“Meraih kebebasan itu bukan berarti hanya melepas rantai seseorang, tetapi hidup dengan menghargai dan mendorong kebebasan orang lain."

“Tak seorang pun lahir untuk membenci orang lain hanya karena beda warna kulitnya, atau beda latar belakangnya, atau beda agamanya. Orang harus belajar membenci, dan jika bisa belajar membenci maka dia bisa belajar mencintai, yakni cinta terhadap manusia bukan kepada musuh.”

“Saya pernah menapak jalan menuju kemerdekaan. Saya juga berusaha untuk tidak pernah bimbang; Saya pernah salah jalan. Namun, saya berhasil menemukan rahasia bahwa seseorang yang berhasil mendaki bukit tinggi hanya akan mendapati bahwa ternyata masih banyak bukit yang harus ia daki. Saya lalu beristirahat di sini, sekadar untuk menikmati pemandangan menakjubkan yang ada di sekeliling saya, sekadar menengok ke belakang menatap jalan yang pernah saya lalui. Tapi saya hanya bisa istirahat sejenak, sebab kemerdekaan berarti tanggung jawab. Dan saya tidak ingin hidup kekal, sebab jalanan panjang saya tidak akan pernah berakhir.”

“Jika Anda bicara kepada seseorang menggunakan bahasa yang ia pahami, maka pembicaraan itu hanya akan masuk ke kepalanya. Namun, kalau Anda bicara menggunakan bahasanya, maka pembicaraan itu akan masuk ke dalam hatinya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar