Translate

Senin, 02 Maret 2015

Bawang Putih Mentah Turunkan Risiko Kanker Paru-Paru Hingga 44 Persen

Bawang Putih Mentah Turunkan Risiko Kanker Paru-Paru Hingga 44 Persen !

obat kanker cures cancer header

Bawang Putih Mentah Turunkan Risiko Kanker Paru-Paru Hingga 44 Persen!

bawang putih 01

Ketika jumlah penduduk dunia mencapai lebih dari 7 miliar jiwa sekarang, diprediksi lebih dari 9 miliar jiwa tahun 2050, dan dengan angka harapan hidup naik hampir dua kali lipatnya, bukan hanya kesejahteraan yang menebar. Ada penyakit-penyakit non-infeksi dan degeneratif yang menyertai. Maka, keberhasilan memperbaiki nutrisi harus dilengkapi upaya mengalahkan berbagai penyakit ini.

illuminati card game - fast food chains 

Kanker adalah salah satu penyakit tidak menular yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah membunuh 8,2 juta orang pada tahun 2012 lalu.
Tanpa inovasi pengobatan, jumlah penderita yang meninggal akan terus bertambah mengingat kasus kanker baru akan meningkat 70 persen untuk dua dekade mendatang.
Lima kanker utama pada pria adalah kanker paru, prostat, kolorektum, lambung, dan hati. Pada perempuan, lima kanker utama meliputi kanker payudara, kolorektum, paru, serviks, dan lambung.
Meski 30 persen kematian akibat kanker dipicu gaya hidup, dengan konsumsi makanan berkadar serat rendah, rokok, alkohol, dan jarang berolahraga, sehingga perubahan gaya hidup dapat menurunkan prevalensi kanker secara signifikan, namun kemanjuran obat anti kanker tetap menjadi tumpuan.

Bawang Putih Mentah Turunkan Risiko Kanker Paru-Paru dan Kanker Lainnya

Illuminati Card Game - Epidemic 

Bawang putih (Allium sativum) adalah nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan. Umbi dari tanaman bawang putih merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia.

Bawang putih mentah penuh dengan senyawa-senyawa sulfur, termasuk zat kimia yang disebut alliin yaitu senyawa sulfoksida yang merupakan turunan dari sistein asam amino. yang membuat bawang putih mentah terasa getir atau angur.

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa makan bawang putih dua kali seminggu mampu menurunkan risiko kanker paru-paru sebesar 44 persen.

Penelitian dari China itu juga membuktikan kalau efek rokok, salah satu hal yang memicu kanker paru-paru, tidak akan menghilangkan khasiat konsumsi bawang putih. Meskipun keampuhan makan bawang putih mentah pada perokok hanya menurunkan risiko kanker sampai 30 persen saja.

Sekitar 40.000 orang dalam setahun didiagnosis kanker paru-paru di Inggris dan Wales saja. Namun angka tersebut bisa diturunkan jika seseorang membiasakan diri untuk mengonsumsi bawang putih mentah. Selain itu, penelitian lain dari University of South Australia juga pernah menyebutkan kalau bawang putih mampu menurunkan risiko kanker usus besar hingga 35 persen.

Sebagaimana dilansir dari Daily Mail, peneliti dari Jiangsu Provincial Centre di China membandingkan 1.424 paru-paru pasien kanker dengan 4.500 orang dewasa sehat.

bawang putih 03
Senyawa antioksidan bernama allicin berperan dalam memberi manfaat kesehatan pada tubuh akan lebih dirasakan khasiatnya jika bawang putih ditumbuk atau diiris kecil-kecil.

Hasilnya, mereka yang rajin makan bawang putih mentah setidaknya dua kali dalam seminggu memang berisiko rendah terkena kanker paru-paru.
Sayangnya, belum ada kepastian apakah memasak bawang putih juga akan memberi khasiat yang sama dalam menurunkan kanker paru-paru.

Berbagai penelitian sebelumnya menjelaskan kalau senyawa bernama allicin berperan dalam memberi manfaat kesehatan pada tubuh. Antioksidan tersebut khususnya akan lebih dirasakan khasiatnya jika bawang putih ditumbuk atau diiris kecil-kecil.


Manfaat Bawang Putih Mencegah Sel Kanker

Berikut adalah alasan kenapa bawang putih mampu mencegah munculnya penyakit kanker.

• Anti-tumerogenik, bawang putih termasuk makanan yang memiliki sifat anti tumerogenik yang berdampak antiproliferatif atau melawan pertumbuhan sel kanker.

• Menghambat pertumbuhan sel kanker, kandungan sulfur organik di dalam bawang putih mampu menjadi zat penghambat pertumbuhan sel kanker secara efektif.

• Meningkatkan perbaikan DNA, memperbaiki DNA adalah langkah yang penting dalam mencegah pertumbuhan sel kanker. Ekstrak bawang putih terbukti mampu dalam meningkatkan perbaikan sel DNA.

• Melawan radikal bebas, radikal bebas adalah salah satu penyebab dari munculnya penyakit kanker. Kandungan allium di dalam bawang putih dapat menghancurkan dampak dari radikal bebas di dalam tubuh yang pada gilirannya mampu meningkatkan kesehatan tubuh.

• Mengurangi proliferasi sel, proliferasi sel adalah kelebihan sel dalam tubuh yang bisa menjadi zat kanker. Sementara bawang putih sendiri dapat mengendalikan proliferasi sel penyebab kanker.

• Mematikan sel kanker, pertumbuhan sel kanker dapat dihancurkan dengan makan bawang putih. Sebab lagi-lagi kandungan allium di dalam sel kanker bermanfaat untuk menghancurkannya.

Itulah manfaat bawang putih untuk mencegah munculnya penyakit kanker payudara. Selain itu bawang putih juga kaya akan zat anti-oksidan yang baik untuk meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.


Kanker paru-paru diklaim sebagai pembunuh nomor satu bagi wanita

Peneliti mengklaim bahwa kanker paru-paru akan segera menjadi penyakit paling mematikan bagi wanita, menggantikan kanker payudara. Hasil ini disebabkan oleh jumlah kematian pada wanita akibat kanker paru-paru yang meningkat hingga delapan persen pada tahun 2014.

Menurut peneliti, kanker paru-paru akan menggeser kedudukan kanker payudara sebagai pembunuh nomor satu bagi wanita karena jumlah perokok yang semakin meningkat jika dibandingkan dengan 50 tahun yang lalu. Berdasarkan peneliti di University of Milan, saat ini penyakit yang paling mematikan untuk wanita adalah kanker paru-paru dan kanker pankreas untuk pria.

Berdasarkan data yang ada, peneliti memperkirakan bahwa kanker paru-paru akan membunuh sekitar 82.300 orang setiap tahunnya di Uni Eropa. Selain itu, peneliti juga memprediksi bahwa kematian akibat kanker pankreas juga akan meningkat pada tahun 2014 nanti.

diagram kanker paru dan payudara
Grafik kanker paru-paru pada wanita.

“Tahun ini kami memprediksi bahwa 41.300 pria dan 41.000 wanita akan meninggal akibat kanker pankreas. Hal ini menunjukkan peningkatan angka kematian yang kecil namun secara stabil terus meningkat mulai tahun 2002 hingga 2004. Kemungkinan kematian dari kanker ini adalah 7,6 per 100.000 pria dan lima per 100.000 wanita,” ungkap ketua peneliti Profesor Carlo La Vecchia dari University of Milan, seperti dilansir oleh Daily Mail (24/04).

Analisis ini menunjukkan jumlah kematian akibat kanker yang terus melonjak sejak tahun 2009. Selain peningkatan pada kasus kanker paru-paru dan pankreas, peneliti juga mencatat penurunan angka kematian akibat kanker perut dan kanker prostat sehat 2009. Kanker payudara dan kanker perut pada wanita juga turun hingga sembilan persen dan tujuh persen.

Meski hasil ini didasarkan pada data yang ada di Uni Eropa, namun tak menutup kemungkinan hal yang sama juga berlaku di Indonesia. Sebaiknya para wanita mulai waspada dengan faktor-faktor pemicu yang bisa menyebabkan kanker paru-paru. Melakukan gaya hidup sehat dan berhenti merokok bisa menjadi langkah awalnya.

Satu dari 10 kematian di Eropa disebabkan penyakit paru-paru

Tak hanya kanker dan penyakit jantung yang wajib diwaspadai. Penyakit paru-paru juga bisa menghilangkan nyawa seseorang. Sebuah penelitian mengungkap bahwa penyakit paru-paru menjadi penyebab satu dari 10 kematian di Eropa.

Penelitian yang dilakukan oleh European Respiratory Society ini mengungkap bahwa penyebab terbesar kematian akibat penyakit paru-paru ini adalah rokok. Kebiasaan merokok akan membuat jumlah penderita kanker paru-paru dan COPD (chronic obstructive pulmonary disease) meningkat pada 20 tahun mendatang dan menyebabkan kematian.

rokok cigaret kanker paru
Penelitian yang dilakukan oleh European Respiratory Society ini mengungkap bahwa penyebab terbesar kematian akibat penyakit paru-paru ini adalah rokok.

Bahkan lembaga amal di Inggris mengungkap bahwa penyakit paru-paru menyebabkan satu dari empat kematian di Inggris.

Meski begitu, penyakit paru-paru masih terkesan diremehkan dan tak mendapatkan perhatian yang selayaknya, seperti dilansir oleh BBC pada (05/09/2014) lalu.

Hasil ini didapatkan melalui data dari World Health Organization dan European Centre for Disease Prevention and Control.

Meski penelitian dan hasil tersebut berasal dari Eropa, namun bukan tak mungkin hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Mengingat kebiasaan merokok masih dilakukan oleh banyak orang di Indonesia, penyakit paru-paru tak bisa diremehkan. Penyakit paru-paru juga bisa menyebabkan kematian. Sudah saatnya penyakit ini mendapatkan perhatian, penanganan, serta tindakan pencegahan yang cukup dari pemerintah dan masyarakat.


Benarkah ‘Second-hand smoke’ Salah Satu Penyebab Lahirnya Perokok Pasif? Ternyata, Tidak ada Kaitan Antara Perokok Pasif atau ‘Second-hand Smoke’ dan Kanker Paru-Paru!

Menurut wikipedia.org, tembakau adalah tanaman dari keluarga Nicotiana (Solanaceae). Selain sebagai rokok, pada zaman dahulu, tembakau juga dikonsumsi atau dimakan, dijadikan bahan campuran pestisida untuk mengusir hama tanaman, dan juga dijadikan obat.

Sampai sekarang ini, telah ada sekitar 70 jenis tembakau yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Kata nikotin atau nicotiana diciptakan oleh seorang duta besar Portugis bernama Jean Nicot.
Sekarang ini penggunaan tembakau lebih dominan digunakan sebagai bahan baku rokok. Menurut catatan World Health Organization (WHO), setiap tahun tercatat sedikitnya 5.4 juta orang meninggal dikarenakan rokok. Asap rokok yang dihirup manusia memang tidak secara langsung dapat mengakibatkan tubuh manusia akan terserang penyakit.

the power of tobacco tembakau
Namun, dalam jangka waktu yang panjang, dengan menghisap atau menghirup asap hasil pembakaran tembakau dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), emphysema, dan beberapa kanker (kanker pankreas, kanker tenggorokan, kanker mulut, dan beberapa kanker lainnya).

Memang telah banyak yang mengetahui bahwa perokok pasif lebih rentan terkena penyakit daripada perokok aktif. Menurut Reporterindia.com, di India, kurang lebih 600 ribu orang meninggal akibat rokok.

Benarkah demikian? Bahwa menjadi “Second-hand smoke” atau perokok aktif penyebab terkena penyakit dan kanker? Ternyata semua itu adalah omong kosong dan sebuah kebohongan yang besar!
Pada penelitian sebelumnya disebutkan bahwa para second-hand smoker atau para perokok pasif lebih rentan terkena kanker paru-paru. Namun, menurut penelitian terbaru, ternyata keduanya tidak memiliki hubungan!!

perokok-pasif-dan-kanker-paru-paru
Menurut penelitian para peneliti dari Standford University, tidak ada korelasi atau hubungan antara second-hand smoke dengan kanker paru-paru.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Standford University, tidak ada korelasi atau hubungan antara second-hand smoke dengan kanker paru-paru.

Penelitian yang dilakukan selama beberapa tahun ini terhadap lebih dari 76 ribu wanita, akhirnya para peneliti mengungkapkan bahwa memang ada hubungan antara perokok aktif dengan kanker paru-paru, namun penyakit tersebut tidak berkaitan dengan para perokok pasif atau second-hand smoker.

Dikutip dari Independent (13/12/2014) lalu, hasil penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute tersebut menyebutkan bahwa asap rokok tidak berpengaruh terhadap terciptanya risiko penyakit kanker paru-paru.

Ange Wang, salah satu peneliti dari Stanford University, “Harus dibenarkan persepsi yang selama ini beredar. Pada kenyataannya, perokok pasif tidak mempunyai kaitan erat dengan kanker paru-paru”. Sayangnya, tidak dijelaskan secara detail kenapa disebutkan bahwa para second-hand smoker atau perokok pasif tidak berkaitan dengan kanker paru-paru.


Polusi Udara Adalah Penyebab Utama Kanker Paru-Paru!

Ternyata, bukan cuma merokok yang bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru. Menurut WHO, polusi udara di jalanan juga termasuk penyebab utama penyakit tersebut.

“Polusi udara adalah karsinogen (penyebab kanker) yang lebih berbahaya daripada perokok pasif,” terang Kurt Straif dari International Agency for Research on Cancer (IARC), institusi kanker milik WHO yang ada di Prancis.

Polusi udara itu pun bisa berasal dari asap kendaraan bermotor, pembakaran industri, dan emisi agrikultur. Karena komponennya yang cukup kompleks, IARC berpendapat kalau partikel di dalam polusi udara yang tertanam di dalam paru-paru akhirnya bisa menimbulkan kanker.

masker pollution polusi
Polusi udara adalah karsinogen (penyebab kanker) yang lebih berbahaya daripada perokok pasif.

“Polusi udara juga cukup sulit dihindari. Sebab kita keluar rumah, menghirup udara di jalanan yang penuh polusi,” ujar Straif. Polusi udara juga beberapa kali disebutkan menjadi penyebab dari penyakit jantung dan stroke. Sementara itu, para ahli lain menyebutkan kalau polusi udara adalah penyebab kanker yang sangat sulit dihindari.

“Kita bisa memilih untuk tidak merokok atau tidak minum, tetapi tidak bisa untuk tidak bernapas,” papar Francesca Dominici dari Harvard University, seperti yang dikutip dari FoxNews. Risiko kanker memang tergantung dari beberapa faktor, yaitu gen, paparan radiasi tertentu, dan gaya hidup yang dilakukan (termasuk merokok, minum alkohol, dan malas berolahraga).


Perokok Harus Rutin Jalani Tes Kanker Paru-Paru

Pemerintah Amerika menyarankan bahwa perokok harus melakukan tes kanker paru-paru secara teratur, yaitu satu tahun sekali. Hal ini paling disarankan untuk perokok berat atau mantan perokok berat.

lung-cancer-treatmill 
Memeriksakan diri dengan melakukan CT Scan setiap tahun diharapkan bisa menurunkan risiko perokok untuk terkena kanker paru-paru dan mencegah kematian akibat penyakit tersebut.

US Preventive Service Task Force mengeluarkan arsip rekomendasi berkaitan dengan hal ini, seperti dilansir oleh US News (29/07/2014) lalu.

Anggota panel menyarankan pemeriksaan dilakukan oleh orang berusia 55 – 79 tahun yang merokok satu pak sehari selama 30 tahun atau dua pak sehari selama 15 tahun.

Hingga kini belum diketahui apakah rekomendasi ini juga perlu untuk perokok yang masih muda atau perokok yang lebih ringan. Tes kanker paru-paru juga tidak direkomendasikan bagi orang yang sudah berhenti merokok selama 15 tahun.


Tujuh Gejala Awal Kanker Paru-Paru Yang Tak Disadari

Menjaga kesehatan adalah hal yang haru dijadikan prioritas setiap orang. Meski begitu, ada saja alasan untuk mengabaikannya, seperti kurangnya waktu, kesibukan, dan lainnya. Hal ini menyebabkan banyak orang tak menyadari munculnya penyakit berbahaya pada diri mereka.

Salah satu penyakit yang seringkali tak terdeteksi adalah kanker paru-paru. Pada masa-masa awal, kanker paru-paru seringkali memiliki gejala yang cukup tersembunyi sehingga tak banyak disadari. Mengetahui gejala ini sangat penting untuk mencegah dan merawat kanker paru-paru secepatnya.

Seperti dilansir oleh Boldsky (26/01/2015) lalu, berikut adalah beberapa gejala kanker paru-paru tahap awal yang jarang sekali diketahui:

1. Jangan remehkan batuk
Siapa saja bisa mengalami batuk, karena penyakit ini wajar dialami oleh banyak orang. Namun batuk bisa akan hilang dalam hitungan hari. Jika batuk terus bertahan lebih dari satu minggu dan seringkali muncul saat udara dingin, sebaiknya waspada. Itu bisa jadi berkaitan dengan penyakit paru-paru atau gejala awal kanker paru-paru.

2. Kehabisan napas
Anda bisa terengah-engah dan kehabisan napas ketika melakukan banyak kegiatan. Namun berhati-hatilah jika Anda mudah kehabisan napas tanpa alasan apapun atau ketika Anda tak melakukan kerja berat. Jika kehabisan napas menjadi hal yang sering terjadi pada Anda, itu bisa jadi salah satu pertanda kanker paru-paru. Kehabisan bernapas adalah salah satu tanda kanker paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok.

3. Sakit pada bagian tertentu
Rasa sakit pada bagian tertentu pada tubuh bisa jadi dipicu oleh kanker paru-paru. Salah satunya adalah rasa sakit pada bagian dada, pundak, punggung, dan lengan. Hal ini terjadi karena kanker paru-paru menyebabkan masalah pernapasan dan menekan saraf pada bagian-bagian tubuh tertentu.

4. Sering sakit
Kesehatan yang buruk dan berkali-kali mengalami sakit adalah salah satu gejala kanker paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Jika Anda memiliki kebiasaan merokok, Anda akan sering merasa lelah, depresi, penurunan berat badan, dan rasa sakit pada lutut. Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui apa penyebab sakit tersebut.

5. Bronchitis
Bronchitis adalah salah satu gejala penyakit kanker paru-paru yang jarang terjadi. Biasanya ini terjadi pada perokok. Jika Anda sering merasa sakit dan tak sehat karena bronchitis sebaiknya waspada karena itu bisa jadi memicu munculnya kanker paru-paru.

6. Napas berbunyi
Napas yang berbunyi saat tidur adalah salah satu gejala yang harus diwaspadai. Ini merupakan salah satu gejala kanker paru-paru yang seringkali disalahartikan sebagai masalah tidur. Meski begitu, jika masalah ini terus muncul bahkan ketika masalah tidur sudah diatasi, sebaiknya konsultasikan pada dokter dan periksa kesehatan pernapasan Anda.

7. Suara berubah
Suara bisa berubah serak dan tak menyenangkan ketika Anda mengalami demam atau flu. Namun ini juga merupakan salah satu gejala kanker paru-paru yang sering disalahartikan. Kanker paru-paru akan mempengaruhi kotak suara sehingga sangat mungkin akan menyebabkan suara Anda berubah. Jika suara Anda berubah dalam waktu yang lama, bahkan ketika pilek atau flu sudah sembuh, sebaiknya periksakan ke dokter dan lakukan rontgen paru-paru.

Beberapa gejala kanker paru-paru tersebut terlihat biasa dan bisa disalahartikan sebagai penyakit lain. Namun Anda harus waspada. Mengetahui gejala awal tersebut bisa menyelamatkan nyawa Anda atau nyawa orang yang Anda cintai.

kanker-paru-paru
Pada masa-masa awal, kanker paru-paru seringkali memiliki gejala yang cukup tersembunyi sehingga tak banyak disadari.


Tahukah Anda, Bahwa Menghirup Oksigen Saat Bernapas Dapat Sebabkan Kanker?

Saat bernapas, oksigen merupakan udara yang penting untuk Anda hirup setiap harinya. Oksigen bahkan berada di dalam aliran darah Anda untuk menjaga agar tubuh tetap berfungsi optimal.

Namun tahukah Anda bahwa menghirup oksigen ternyata bisa meningkatkan risiko Anda untuk terkena kanker paru-paru?

“Meskipun oksigen memainkan peranan penting bagi kehidupan manusia, namun kami menemukan bahwa cara tubuh untuk memproses oksigen memiliki potensi karsinogenik,” ujar Kamen Simeonov dari University of Pennsylvania.

“Oksigen dikenal sangat reaktif. Ketika sel-sel dalam tubuh menggunakan oksigen untuk mengolah energi yang tersimpan di dalam makanan, maka proses ini menghasilkan efek samping yang disebut dengan radikal bebas. Radikal bebas mampu menyebabkan kerusakan struktur sel dan DNA yang dapat memicu kanker,” jelas Daniel Himmelstein, peneliti lainnya dari University of California di San Francisco.

menghirup-oksigen-saat-bernapas-bisa-sebabkan-kanker
Oksigen dikenal sangat reaktif. Ketika sel-sel dalam tubuh menggunakan oksigen untuk mengolah energi yang tersimpan di dalam makanan, maka proses ini menghasilkan efek samping yang disebut dengan radikal bebas. Radikal bebas mampu menyebabkan kerusakan struktur sel dan DNA yang dapat memicu kanker

Radikal bebas ( free radical), adalah molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron bebasnya, atau merupakan hasil pemisahan homolitik suatu ikatan kovalen. Radikal bebas tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi.

Akibat pemecahan homolitik itu, suatu molekul akan terpecah menjadi radikal bebas yang mempunyai elektron tak berpasangan. Elektron memerlukan pasangan untuk menyeimbangkan nilai spinnya, sehingga molekul radikal menjadi tidak stabil dan mudah sekali bereaksi dengan molekul lain, dan membentuk radikal baru.

Radikal bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, zat pemicu radikal dalam makanan dan polutan lain. Penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas bersifat kronis, yaitu dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan jantung,kanker, katarak dan menurunnya fungsi ginjal.

Untuk mencegah atau mengurangi penyakit kronis karena radikal bebas diperlukan Antioksidan (Antioxidant) yaitu merupakan zat yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi. Zat ini secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah.

Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya. Contoh antioksidan sekunder diantaranya yaitu vitamin E, Vitamin C, dan β-karoten (beta-Carotene).

β-Karoten adalah pigmen berlimpah pada tanaman dan buah-buahan yang memiliki warna merah-oranye. β-Karoten adalah senyawa organik dan kimia yang diklasifikasikan sebagai hidrokarbon dan secara khusus sebagai terpenoid (isoprenoid), turunan dari unit isoprena.

“Resiko untuk terkena kanker paru-paru karena menghirup oksigen akan meningkat saat oksigen yang Anda hirup mengandung polusi atau paparan sinar matahari yang terlalu tinggi. Iklim yang berubah menyebabkan menurunnya kualitas oksigen, juga sangat berperan besar,” pungkas mereka.


Tahukah Anda, Bahwa Suplemen Vitamin E Justru Memperparah Kanker Paru-Paru?

supplement vitamine
Suplemen vitamin A, C, dan E dan beberapa jenis suplemen vitamin lain yang bermanfaat sebagai zat anti oksidan justru mampu memperparah penyakit kanker paru-paru pada perokok karena akan mematikan pertahanan alami tubuh Anda. Akibatnya sistem kekebalan tubuh Anda melemah dan sel kanker akan dengan lebih mudah berkembang di dalam tubuh Anda.

Selama ini Anda mengenal bahwa vitamin E bermanfaat sebagai zat anti oksidan di dalam tubuh. Oleh karenanya, vitamin E baik untuk mencegah penyakit kanker dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh penderita kanker.

Namun seperti dilansir dari dailymail.co.uk, suplemen vitamin E dan beberapa jenis suplemen vitamin lain yang bermanfaat sebagai zat anti oksidan justru mampu memperparah penyakit kanker paru-paru pada perokok.

Penelitian yang menggunakan tikus sebagai bahan penelitian ini mengungkapkan bahwa zat anti oksidan seperti vitamin A, C, dan E akan mematikan pertahanan alami tubuh Anda. Akibatnya sistem kekebalan tubuh Anda melemah dan sel kanker akan dengan lebih mudah berkembang di dalam tubuh Anda.

Penelitian ini jelas memancing kontroversi. Dr Emma Smith, seorang peneliti senior dari Cancer Research di Inggris mengatakan bahwa penelitian tersebut membutuhkan pembuktian lanjutan. Sebab menurutnya sebenarnya tidak ada suplemen yang benar-benar mampu menangkal atau menyembuhkan penyakit kanker. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penyakit kanker dapat dicegah dengan selalu mengonsumsi makanan sehat dan alami. (Daily Mail/BBC/FoxNews/Reporterindia/Independent/US News/Boldsky)

kanker 20 tahun kedepan naik 70 persen cancer increase 70 percent for 2 decadesBawang Putih Mentah Turunkan Risiko Kanker Paru-Paru

Surat Soekarno untuk Sudirman yang Menampar Pemimpin Sekarang

Mata saya mendadak tak berkedip. Setelah memajukan kursi lebih dekat ke meja, saya terdiam membaca satu persatu kalimat itu. Tulisan tangan yang indah dalam huruf latin bersambung, untaian katanya biasa saja, tak panjang tapi sungguh siapapun yang membaca pasti akan menemukan sejuta rasa di sana. Untaian kata itu seperti hidup dan bertutur sendiri. Bahkan meski ditulis lewat setengah abad yang lalu, kalimat-kalimat itu seperti berbisik tentang Indonesia yang seharusnya, tentang pemimpin yang semestinya.


Sebuah surat dari Seokarno kepada Jenderal Sudirman yang tak memiliki seragam bagus untuk peringatan 17 Agustus.
 

Fakta bahwa Ir. Soekarno dan Jenderal Sudirman adalah dua nama besar dalam sejarah dan perjalanan bangsa Indonesia sepanjang masa tak terelakkan. Tapi boleh jadi tak banyak yang tahu tentang kedekatan keduanya bagaikan sahabat. Itulah yang terekam dalam beberapa salinan surat tulisan tangan Soekarno untuk sang Jenderal pada sebuah buku di Museum Tempat Lahir Jenderal Sudirman yang berada di Purbalingga, Jawa Tengah.

Seokarno ternyata sangat sering berkirim surat pribadi kepada Jenderal Sudirman pada masa-masa awal kemerderkaan. Kedekatan keduanya terbaca dari aliran bahasa yang dituliskan Soekarno. Tak ada bahasa kaku layaknya seorang Presiden dalam surat kenegaraan. Yang ada justru percakapan sederhana, manis dan tulus.

Dalam suratnya Seokarno kerap menyapa Sudirman dengan “saudaraku”. Tapi dalam surat-surat lainnya beliau juga menyapa sang Jenderal dengan “Panglima Besar. Meskipun demikian satu kata yang tak pernah tertinggal dari surat-surat itu adalah pekik salam “Merdeka!”.

Surat Soekarno kepada Jenderal Sudirman yang sedang sakit.
 
Kedekatan keduanya kental terasa pada salah satu surat Seokarno kepada sang Jenderal ketika menderita sakit. Perhatian besar dari seorang Presiden yang mengirimkan dokter untuk memeriksa Panglima Besar memang sudah selayaknya. Tapi surat tersebut berkata lebih dari itu. Mata saya nyaris berkaca-kaca membacanya. Berikut saya salinankan isinya.

Saudaraku,
Inilah profesor Asikin jang saja persilahkan datang dari Djakarta untuk memeriksa saudara. Beliau ta’ dapat datang sebelum hari ini, berhubung dengan pekerdjaan beliau di Djakarta.
Saudara mengerti, bahwa saja amatlah mengingini saudara lekas sembuh. Apa sadja jang diperlukan, insjaAllah akan saja ichtiarkan untuk melekaskan sembuh saudara. Dan do’a saja kepada Tuhan pun senantiasa memohonkan sembuh saudara.
Harap saudara jakin tentang tentang hal itu.
Merdeka!
Saudaramu
Soekarno

Dua bapak bangsa yang bersahabat menjalin kata lewat surat. Bukan surat biasa karena surat –surat itu berkata tentang ke-Indonesia-an mereka yang luar biasa. Antara bangga, sedih dan haru ketika membaca sebuah surat Soekarno tertanggal 9/8/’49 yang fotonya saya tempatkan di atas. Apa yang membuat saya terharu sekaligus bangga tak perlu diuraikan. Tapi saya dan semua orang Indonesia yang membaca isi surat itu pasti sepakat jika keduanya adalah pahlawan yang sebenar-benarnya pahlawan Indonesia, sosok yang berjuang dan mati untuk negeri tanpa peduli apa terjadi pada dirinya. Sosok besar yang tak membutuhkan tanda dan pakaian kebesaran sekalipun. Sang Jenderal yang bahkan tak sempat mengganti pakaiannya yang sudah rusak atau lusuh hingga sang Presiden datang sebagai sahabat memberikan sehelai kain baru untuk dipakainya.
Berikut saya salin isi surat tersebut.

Saudaraku,
Hari Nasional 17 Agustus sudah mendekat. Saja kira saudara ta’  mempunjai uniform jang bagus. Maka bersama ini saya kirim bahan untuk uniform baru.
Haraplah terima sebagai tanda persaudaraan.
Merdeka!
Soekarno
9/8 ’49

Jika pakaian saja mereka tak mempedulikannya, bagaimana dengan pemimpin kita sekarang ini yang sangat bangga dengan jubah dan toga kehormatan juga rentengan medali pengakuan. Jika mereka dulu tak peduli berjuang dari atas tandu, bertaruh nyawa hijrah dari Ibu Kota ke daerah, bagaimana dengan pemimpin-pemimpin sekarang yang rela menyeberang benua demi lencana kehormatan sementara bangsa dan rakyatnya tertatih sendirian?. 

Para pemimpin, anggota DPR, politikus dan para Calon Presiden yang hari ini berziarah ke makam pahlawan dan muncul berseliweran di TV mengucapkan Selamat Hari Pahlawan sembari menguntai kalimat-kalimat manis harusnya MALU.

Terima Kasih Pak Karno, Pak Dirman. Terima kasih semua pahlawan Indonesia.

ISHAK ROHI LOBO, ORANG SABU YANG DUDUK DALAM PERUNDINGAN PEMBENTUKAN NKRI

Pada awal pembentukan negara ini nama I. R. Lobo sangat dikenal. Muncul bagai ayam jantan dari selatan, Lobo berbicara di rapat-rapat umum, di rapat KNIP (sekarang parlemen).

Pada Ensiklopedia Indonesia 1955 tertulis, Lobo lahir di Pulau Sabu, tetapi ia berjuang di Jawa Tengah pada masa revolusi, mendirikan Batalyon Paradja di Yogja sebagai wadah pemuda-pemuda NTT dalam pengabdian semasa revolusi.

Batalyon ini bagian dari Divisi Sunda Kecil pimpinan Ngurah Rai. Perwira-perwira Batalyon Paradja adalah Frans Seda, Prof. Ir. Herman Johannes, Hendrik Rade, Jermias Henuhili, Letnan Fernandez (ketiga yang terakhir dari Kompi Berani Mati yang tewas pada pertempuran di Wates. 

Lobo sempat mendirikan Kantor Doane (cikal bakal Dir. Bea Cukai RI) di Magelang. Dengan begitu dapat dikatakan dia adalah Dirjen Bea Cukai RI yang pertama. Perannya sebagai anggota KNIP adalah ikut menyusun politik luar negeri bebas aktif (baca dokumen KNIP), serta ditunjuk Presiden Soekarno untuk duduk dalam delegasi RIS pada perundingan pembentukan NKRI, setelah negara-negara federal dibubarkan (baca: Indonesia dalam Arus Sejarah jilid 6 hal. 470, dan jilid 7 hal. 21). 


Ketua delegasi RIS adalah Prof. Dr. Mr. Soepomo, dengan anggota Ishak Rohi Lobo, Mr. M. Kosasih Purwanegara, Mr. A. M. Tambunan, Teuku Moh. Hassan, B. Sahetapy Engel, dan Mr. A. W. Surjodiningrat. 


Sosok I R Lobo atau dikenal dengan nama panggilan Cak Lobo nikah dengan seorang perempuan Yahudi, terakhir menetap di Ungaran, Semarang. Ia meninggal tahun 1970-an. 

Singa podium itu kini telah tiada tanpa meninggalkan keturunan. Sama halnya dengan Martin Paradja dan Julian Hendrik, ia seakan dilupakan sejarah bahkan di kampung halamannya sendiri.


Nama-nama jalan protokol di NTT didominasi orang-orang baru yang tidak ikut revolusi, kecuali El Tari sebagai nama jalan dan lapangan terbang, serta monumen Letnan Fernandes di Larantuka. Juga nama Frans Seda diagungkan di Maumere. Tetapi baik El Tari, baik Frenandez dan Frans Seda adalah anak buah I R Lobo pada masa revolusi.

Orang Kuat Bas Wie, Gandol Pesawat RAAF Kini Hidup di Panti Jompo

Orang Kuat Bas Wie, Gandol Pesawat RAAF Kini Hidup di Panti Jompo

Bas Wie diatas roda pesawat ketika rekontuksi oleh majalah TIME
Laras Post Online - Perang Dunia II baru saja berakhir. Seluruh dunia sedang sibuk dengan berita-berita yang mengikuti perang seperti soal perlucutan senjata, perundingan dan perdamaian dunia, tawanan perang, bom atom, pembagian baru wilayah yang diduduki selama perang. Tiba-tiba sebuah selingan terjadi bagai intermezo di antara berita panas dunia. Seorang anak kecil berusia 16 tahun. Tak urung lagi, peristiwa itu menjadi headline semua koran dan radio di seluruh dunia. 
Siapa si anak kecil itu? Orang Jepang memanggilnya Ichi Rohi, artinya anak sulung. Begitulah si anak nakal Bas Wie dikenal serdadu Jepang ketika masa pendudukan di Pulau Timor. Menurut Ibu Oni Tanya Uly, Ichi Rohi termasuk beruntung, karena kenakalannya pernah membuat tentara Jepang marah. “Kalau saja dia bukan anak kecil 10 tahun, dia sudah dibunuh Jepang,” ujar Ibu Ony. Bas Wie pernah ikut bersama keluarga mereka, tapi tidak lama. 
Saat itu, bulan Agustus tahun 1946, Perang Dunia II baru saja berakhir. Pulau Timor diduduki tentara Sekutu dari sebuah kontingen khusus militer Australia yang disebut Tim Force bertugas di Kupang, ibu kota Pulau Timor. 
Bas Wie, memang sudah akrab dengan lapangan terbang. Pada masa sebelumnya ia menjadi tukang cuci piring di dapur bandara Penfui, Kupang. Sekarang lapangan terbang itu dinamakan Bandara El Tari. Ia adalah anak yatim dari Pulau Sabu yang bernama Sabu Wie Dara, merasa dirinya ditolak di mana-mana. Wajar saja bila tiap saat dia melihat pesawat terbang take off, dia langsung berkhayal. Ingin pergi jauh, terbang bersama pesawat itu, entah ke mana. Baginya yang penting segera bisa meninggalkan kehidupan yang keras yang selalu menderanya tiap hari. 
Keramahan tentara Australia yang datang melucuti tentara Jepang bagi Bas Wie merupakan kesempatan tersendiri. Ia merasakan keramahan tentara Australia dari mana ia memperoleh pepermen, atau bola yang sulit diperoleh anak-anak semacam dia ketika itu. Kadang-kadang ia diberi daging, membawanya di jeep atau truck berkeliling. 
Suatu malam tidak sengaja ia mendengar percakapan di hall bandara. Pesawat Angkatan Udara Belanda C-47 yang sedang parkir di luar akan berangkat ke Australia. Spontan ia mendapat ide. 
“Nah, bagaimana kalau ikut terbang bersama pesawat itu,” ujarnya dalam hati. Ia mencoba menyelinap, tetapi pintu pesawat terkunci. Tiba-tiba ia menemukan dua rongga nacelle yang menutup ban pesawat jika pesawat telah tinggal landas.”Nah, ini dia.” Ia memanjat, berjongkok di atas salah satu rongga itu, di mana cukup untuk tubuhnya bersembunyi. Dengan was-was ia berharap tidak ditemukan petugas bandara. 
Beberapa menit kemudian para crew masuk ke pesawat, menghidupkan dan pesawat pun bergerak. Saat pesawat menyapu landasan pacu, mimpi buruk Bas Wie pun dimulai. Pipa knalpot menyemburkan api orange. Pendingin baling-baling mengoyak-ngoyak kemeja tipisnya. Tapi ia harus menyelamatkan dirinya dari asap mesin. Ia pun bergeser ke satu-satunya tempat di mana ia bisa selamat, yaitu sebuah ruang berukuran 10 x 20 inchi yang berada di antara tangki bahan bakar dan pipa knalpot. 
Ban pesawat yang mulai masuk menjepit dirinya dan tuas besi penggerak masuk dan keluarnya roda menghimpit bahunya. Berdarah. Tubuhnya sekaligus hangus oleh api dan kedinginan oleh angin lautan yang menderu. Ia merintih, lalu pingsan. Selama tiga jam tubuhnya terjepit dalam rongga roda yang menjepitnya demikian erat sehingga tubuhnya bahkan menempel bagai cecak di langit-langit, bahkan tidak jatuh saat pesawat digerakan keluar untuk mendarat. Para crew menemukannya ia ”tertempel” di rongga dan tampaknya hampir mati. 
“Tak ada yang melihat, saya langsung melompat ke atas dan bergelantungan,” Bas Wie menjelaskan bagaimana ia bisa naik ke roda pesawat.”Ban mulai naik mendorong ke atas dan saya kehabisan ruang, ruangannya makin sempit dan sempit, tidak ada lagi tempat. Saya ingin berteriak tapi kemudian saya pikir percuma saja karena mereka tak akan mendengar.”
Pilot Angkatan Udara Belanda, Jan Sjouw, yang menerbangkan pesawat DC3 itu, saat bertemu kembali dengan Bas Wie, 32 tahun kemudian, mengatakan pesawat itu mengalami masalah selama penerbangan: Pemanas kabin tidak bekerja tapi ia terus saja melaju. Rupanya pemanas kabin terganggu dengan benda asing yang menerobos di rongga pesawat. Rupanya di situ terganjal tubuh Bas Wie. 
Jan Sjouw mengungkapkan keheranannya, sebelum mendarat di Darwin pesawat ini harus menunggu giliran untuk mendarat. Roda pesawat telah diturunkan sebelum waktunya pada ketinggian sekitar 1. 500 kaki.”Tetapi anak ini tidak jatuh,” ujarnya mengenang. 
Hari telah gelap ketika pesawat C-47 itu mendarat di landasan RAAF di Darwin. Petugas jaga malam itu Jim Fleming mengecek pesawat yang singgah itu. 
“Saya mengarahkan lampu senter ke atas dan tampak seorang anak, tergencet di dinding pemisah pesawat,” kata Jim Fleming, setelah pensiun sebagai Marsekal Madya Angkatan Udara. “Separuh tubuhnya terutama bagian belakangnya terbakar parah oleh knalpot pesawat di mana ia bersandar, sedangkan separuh tubuhnya membeku. Tapi benar-benar ia tidak sadarkan diri. Biji matanya sudah terbalik sehingga yang tampak hanya kedua bola matanya yang putih. Saya pikir dia sudah meninggal.”
Dalam keadaan tak sadarkan diri, sebagian tubuhnya terbakar dan luka besar menganga, Bas dilarikan ke rumah sakit.
Selama kurang lebih tiga bulan para dokter dan perawat di Rumah Sakit Darwin merawat anak yang kemudian dikenal oleh semua orang dengan julukan”The Kupang Kid.” 
Pemerintah Aus­tralia hampir saja memu­langkannya ke Timor sebagai imigran gelap, tetapi masyarakat kota membela Bas Wie. 
“Bagaimana pun anak itu telah berusaha memasuki Australia dengan susah payah. Kita hendaknya menghormati kehadirannya di tengah-tengah kita,” ujar mereka yang membela Bas Wie. Maka Bas Wie kecil pun tinggal di negeri itu bagai anak yang tidak diharapkan. Sampai tahun 1952, enam tahun ia berada di Darwin ia masih berada di lingkungan bandara, Sebagaimana dunianya sejak kecil, bekerja pada toko milik RAAF. Tetapi tempat tinggalnya masih belum tentu. Pemerintah Australia saat itu mempunyai kebijakan”keep Australia white” yang membatasi imigran Asia. 
Media Northen Standard melaporkan hal ketidak-pastian tinggalnya Bas Wie. Si anak Sabu itu menjadi topik di Australia. Masyarakat Kota Darwin tak hentinya mencecar Menteri Imigrasi dengan protes.”Anak dengan keberanian seperti itu,” kata salah satu pemrotes,”butuh dukungan.” 
Karena tekanan ini, pemerintah memberikan bocah ini sertifikat pengecualian selama setahun yang disebut Permit of Entry. Sertifikat yang dikeluarkan oleh Departemen Imigrasi ini harus diperbaharui tiap tahun dan kapan saja bisa dibatalkan oleh Kementrian Imigrasi. 
Ketika terjadi pergantian administratur, sepasang suami istri dari Kota Darwin mengadopsi Bas. Orang yang mengadopsinya itu adalah orang Inggris yang menikah dengan seorang perempuan native Australia dari Larrakia bernama Bertha Cubillo. Bertha adalah keturunan campuran Aborigin dan Filipina. Lima puluh delapan tahun kemudian, ketika ia diwawancarai Murray McLaughlin dari Radio Australian Broadcasting Corporation (ABC), Bas Wie mengaku, malam itu bahkan ia pun tak tahu ke mana pesawat itu akan berangkat. 
“Saya tak tahu ada negara lain di luar sana. Sungguh, dalam usia seperti itu, anda pasti mengerti,” katanya. 
 Nasib Bas tergantung pada tangan Menteri Imigrasi saat itu Arthur Calwell. Walaupun Calwell dikenal sebagai arsitek program migrasi Australia pasca perang, Calwell punya reputasi sebagai kelompok garis keras dalam parlemen Australia karena kegigihannya untuk mendeportasi orang Indonesia yang mencari suaka di Australia selama perang. 
Rupanya ketika Bas berada di rumah sakit, Administratur Darwin saat itu Arthur R Driver telah bernegosiasi dengan Menteri Calwell agar Bas tetap diperbolehkan tinggal di Darwin. Calwell setuju asalkan Bas berada di bawah pengawasan Driver. Driver sendiri memberinya tinggal di sebuah rumah penginapan milik pemerintah (Goverment House) dan ia disekolahkan. Sebagai balasanya, Bas bekerja di sekitar kediaman resmi sang administratur dan setiap hari Natal ia menghadiahi sang administratur dengan sebuah miniatur kapal laut dengan motif Sabu yang ia ukir sendiri. 
“Saya dirawat seperti anak mereka sendiri, dan bagi saya mereka seperti orang tua kandung saya, sangat baik”, kata Bas mengenang masa-masa bekerja di rumah Driver. 
Bas kemudian juga bekerja pada Eric Izod pemilik Izod Motor dan ia membayar sewa perumahan milik pemerintah itu dengan gajinya. Keberanian bocah 12 tahun dari Kupang ini menjadi headline di berbagai media seluruh dunia saat itu, bahkan sampai beberapa tahun setelah kejadian itu. Pada tgl 20 Juli 1951 Arthur R Driver telah meninggal, koran melaporkan tentang Bas yang diperkirakan berusia 16 tahun pada saat itu. Karena ketiadaan dokumen, usianya ditentukan dengan perkiraan. Ia kemudian bekerja sebagai klerk pada Commonwealth Works Department. Di sanalah pada usia 24 tahun ia bertemu seorang gadis cantik dari Perth bernama Margaret. Mereka bertemu pertama kali pada bulan Februari 1956 ketika Margaret bekerja sebagai seorang junior draftwoman pada bagian surat-surat masuk pada the Department of Works and Housing. 
“Ia membawa surat ke meja saya, mengantarnya secara khusus,” ujar Margaret.”Bagi saya, itu semacam cinta pada pandangan pertama.”
Setelah 18 bulan berpacaran, keduanya menikah di sebuah Gereja Katholik di Smith Street di mana Bas pernah bekerja sebagai seorang anak altar. Upacara pernikahan di gereja kecil ini, diikuti oleh resepsi terang bulan di halaman belakang rumah di Fannie Bay. 
Beberapa bulan setelah pernikahan mereka, tepatnya pada bulan July 1958 saat majalah Time melaporkan tentang Bas, sebuah keberuntungan lagi menghampiri hidup pemuda ini: ia akhirnya menerima permanent residence yang telah lama ia tunggu. Penerimaan ini merupakan sesuatu yang sangat langka dalam kebijakan imigrasi Australia saat itu yang sangat anti Asia. 
The Kupang Kid akhirnya menerima surat-surat naturalisasinya. “Kami bangga”, kata salah seorang pejabat seperti yang dilaporkan majalah Time,” mempunyainya sebagai seorang Australia.”
Majalah Time pun melaporkan tentang kisah ini pada  edisi 7 Juli 1958. Pada tahun 1978, Bas dan keluarganya menjadi topik utama dalam program TV This Is Your Life. 
Bas Wie dan istrinya Margareth kini telah pensiun dan mereka mempunyai lima anak serta tujuh orang cucu. Pada ulang tahun perkawinan mereka yang ke 70 pada tanggal 8 Desember 2007, wartawan Australia Daniel Bourchier menulis tentang pasangan ini dengan judul: “Kupang Kid marks a marriage half century.”
Sejarah hidup Bas Wie kini tertulis dalam sejarah Northern Territory. Cerita hidupnya adalah cerita seorang survivor yang hebat. Seperti katanya istrinya, Margaret:”Ia punya ketetapan hati yang besar untuk melakukan sesuatu yang telah ia tetapkan dalam pikirannya, dan sedikit semangat gambling, untuk mengambil resiko.”
Anak laki-laki Bas, Trevor, mengenang bagaimana ayahandanya menjawab jika orang menanyakan luka besar di punggungnya. Trevor mengingat pada tahun 1960-an di mana Darwin adalah tempat yang enak untuk bermain bola sambil bertelanjang dada. 
Saat bermain di lapangan, Trevor biasa mendengar anak-anak bertanya: 
“Mr Wie, Mr Wie. What’s that mark on your back?”
“Oh, a butterfly landed there.”, adalah satu-satunya jawaban yang biasa ia berikan, kenang Trevor. 
“Itulah Ayah” kenang Trevor.”Dihantam oleh sebuah ban yang berputar, diberkati oleh keberuntungan. Hangus di satu sisi, beku di sini lain. Selalu murah hati.”
“Saya tak pernah mendengarnya mengatakan sesuatu hal yang jelek tentang siapa pun. Orang-orang baik telah berjuang baginya agar ia tetap tinggal di Darwin.”
Menurut Trevor sikap Bas ini adalah bagian dari penghargaan Bas terhadap orang-orang baik yang telah berani melawan kebijakan ‘Keep Australia White’ pada masa itu untuk membela ayahnya agar tidak dideportasi. 
Ya, hanya mereka yang pernah merasakan kemurahan Allah yang begitu nyata dan besarlah yang selalu mensyukuri apa yang mereka punya tanpa mengeluh. Benar, sebuah kupu-kupu telah hinggap di pundakmu om Bas, dan itulah yang telah membuatmu menjadi seorang ayah, suami, kakek yang membanggakan.”Selalu murah hati” seperti kata anakmu. Ketika itu hampir semua media di dunia memuat sensasi Bas Wie dan Arsip Nasional Australia menyimpan ratusan halaman dokumen berkaitan dengan kasus Bas ini. 
Polyn Bunga Lay keponakannya yang mengunjunginya di Panti Jompo mengatakan Bas Wie masih mampu mengenal ia dan ibunya, bahkan berbicara dalam bahasa Sabu bahasa ibunya. 
[Dirangkum dari berbagai sumber: Peter Apollonius Rohi -facebook, - Matheos Victor Mesakh, Leiden, Belanda, -Kompas. Com, - dan kliping dari Esterlina Uly, Darwin, Australia. http://www.ntnews.com.au, -http://www.abc.net.au/tv/canwehelp/txt/s1855680.htm]


ketika dikunjungi keluarga BUNGA LAY dipanti Jompo Darwin Australia pada 5 Januari 2015

Riwu Ga, Aksi Bocah Tak Terkenal Ini Membuat Indonesia Merdeka Oleh Proklamasi Sukarno

Bung Karno / Sukarno / Soekarno

Riwu Ga, Aksi Bocah Tak Terkenal Ini Membuat Indonesia Merdeka Oleh Proklamasi Sukarno

Riwu-Ga-dan-sukarno header
-Oleh: Anton DH Nugrahanto-

Pada tahun 1934 saat Bung Karno baru saja sampai di tempat pembuangannya di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Ada seorang muda yang senang melihat kedatangan orang buangan dari Jawa. Anak berumur 14 tahun itu bernama Riwu Ga. Ia setiap pagi berjalan 3 kilometer untuk menonton orang dari Jawa yang katanya terkenal itu.

Suatu siang saat Bung Karno sedang mengerjakan potongan kayu untuk ganjel pintu, Riwu Ga datang membawa pisang dan bertanya-tanya pada Sukarno tentang caranya membuat potongan kayu.

Sukarno adalah seorang insinyur, tapi ia selalu bicara dengan bahasa yang dimengerti oleh lawan bicaranya, dan Sukarno senang dengan anak ini yang selalu banyak ingin tahu. Saat itu jam 10 pagi, Sukarno dan Riwu bicara sampai sore hari. Akhirnya Sukarno meminta Riwu membantu di rumahnya, banyak juga pemuda Flores membantu di rumah Sukarno.

Riwu Ga
Riwu Ga Di Masa Tuanya (foto:Kluget.com)

Riwu ikut maen Tonil dan membenahi baju-baju pemain Tonil sambil belajar lagu Indonesia Raya dengan caranya yang gembira. Tonil adalah suatu seni mirip sandiwara yang dipentaskan setiap sebulan sekali oleh Sukarno. Riwu juga sangat senang dan melompat-lompat sambil tertawa ketika Bung Karno melawak dan menceritakan hal-hal yang seru. Begitu akrab dan asyiknya Bung Karno, Riwu dan para pemuda Flores dikala itu, seakan beban yang sangat berat yang dipikul dipundaknya, seketika hilang, beralih suka cita dan riang gembira.

Rencana Sukarno Akan “Dibuang” Oleh Belanda Ke Australia

Tahun 1942 Jepang datang ke Indonesia, dan Bung Karno telah direncanakan akan dibawa ke Australia oleh Belanda dengan alasan untuk menyelamatkan jiwa Sukarno. Pesawat yang akan mengangkut Bung Karno pun telah disiapkan. Tapi saat di pinggir pesawat Riwu minta ikut, Bung Karno memaksa Belanda agar Riwu ikut ke Australia, tapi Belanda menolak. Bung Karno juga menolak bila Riwu tidak diajak, jadilah Bung Karno tidak diajak ke Australia. Sejarah Indonesia akan berubah total andai Riwu tidak memaksa dirinya ikut….

Sukarno “Dibuang” Ke Bengkulu

Saat Sukarno dibuang ke Bengkulu dan berjalan kaki di tengah hutan lebat, Inggit, Sukarno dan Riwu menuju Kota Padang. Di Padang mereka tinggal di kota itu beberapa bulan sebelum akhirnya Sukarno tiba kembali di Djakarta bersama Riwu yang setia mengikutinya. Riwu adalah pembantu kesayangan Sukarno dan Ibu Inggit. Saat teks Proklamasi 1945 dibacakan dan Fatmawati isteri baru Sukarno berada di samping Bung Karno ketika akan membacakan Proklamasi, mata Riwu berkaca-kaca dalam hatinya berteriak :

“Mustinya Ibu Inggit yang di sana, mustinya Ibu Inggit yang berdiri di bawah kibaran merah putih, karena Inggitlah yang tahu susah dan jerih payah Sukarno,” bisik Riwu dalam hatinya.

Beberapa jam setelah Proklamasi, Sukarno memanggil Riwu dan menyuruh untuk mengabarkan ke seantero Djakarta sudah merdeka. Riwu mencari mobil Jeep dan diajaknya seorang bernama Sarwoko yang menyetir.

Di tengah jalan Riwu berteriak “Merdeka…Merdeka…Merdeka!!!!!!!” sambil mengepalkan tangan keras-keras. Sepanjang perjalanan, orang-orang bingung sekaligus heran melihat kelakuan Riwu. Namun akhirnya paham, masyarakat akhirnya tahu kalau Sukarno sudah memerdekakan Republik ini.

Siapa diantara anda yang mengenal Riwu? Di hari tuanya, ia kembali ke desanya, hanya memacul tanah tandus di Flores.

Riwu tak seperti pejabat yang dengan mobil mewah ke Istana berikut dengan jas berharga puluhan juta Rupiah, menghormat pada bendera Indonesia Raya. Ia hanya orang tua yang rapuh dan ia tidak pernah diundang ke Istana saeumur hidupnya, karena mungkin saja bau dekil dan baju kotor tak pantas bagi Istana yang megah. Tapi tanpa Riwu, bisa jadi kita tak mengenal Indonesia seperti apa yang kita kenal sekarang. (oleh: Anton DH Nugrahanto)

Makam Riwu Ga

Riwu Ga, Pemuda NTT Yang Jasa Besarnya Terlupakan

Riwu Ga, pria asal Sabu, Nusa Tenggara Timur ini, namanya seperti dipeti-eskan bila kita membicarakan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.
Namanya benar-benar dilupakan dan dikuburkan dalam-dalam. Dia memang tidak  berperang secara fisik mempertahankan negara. Juga dia tidak melakukan diplomasi di luar negeri membela keberadaan negaranya dengan argumentasi tajam.
Riwu Ga juga bukan seorang menteri atau pejabat yang punya kekuasaan yuridiksi untuk berbicara dan melakukan tugasnya sebagai seorang orang penting yang sedang mempertahankan kemerdekaan negaranya.
Jauh sebelum negaranya lahir tanggal 17 Agustus 1945, Riwu Ga seperti sudah ditakdirkan untuk selalu berperan dan berhubungan dengan hari yang tidak pernah akan dilupakan oleh setiap orang Indonesia itu.

Bila Ibu Inggit Garnasih, istri Soekarno, dijuluki banyak orang sebagai sosok wanita yang mengantarkan Soekarno ke gerbang kemerdekaan 17 Agustus 1945, maka Riwu Ga -lah orang yang menjaga kunci gerbang itu agar tidak hilang, sehingga  bisa dibuka oleh Soekarno bersama patriot-patriot sejati lainnya.

Diperebutkan Oleh Inggit Dan Sukarno

Pada usia 18 tahun di tahun 1934 Riwu Ga berkenalan pertama kali oleh Soekarno di Ende, Flores, semasa menjalani pengasingannya oleh pemerintah kolonial Belanda. Sikapnya yang rendah hati dan penuh kepatuhan pada peraturan dan etika, membuat dia dipercaya Soekarno dan disayang oleh keluarga besar proklamator itu, baik oleh pihak Ibu Inggit maupun oleh Ibu Fatmawati.

Sebelum Soekarno shalat shubuh selama di Ende, Riwu Ga bangun lebih dulu dan mempersiapkan segelas air putih dicampur kapur. “Biar suara Bung Karno lebih menggelegar”, katanya.

Ketika Soekarno dipindahkan ke Bengkulu, dia diikutsertakan bahkan sampai berakhir masa pembuangan dan Indonesia merdeka, Riwu Ga tetap mengabdi kepada keluarga Soekarno.

Dia juga dijadikan harta yang diperebutkan oleh Inggit dan Soekarno ketika pasangan itu bercerai. Riwu Ga berat hati memilih ikut Soekarno, meski Inggit tetap menyayanginya.

Setelah turut mempersiapkan upacara pembacaan proklamasi, Riwu Ga diperintahkan Soekarno untuk menyebarkan berita proklamasi kemerdekaan itu ke sekeliling Jakarta. Banyak rakyat Indonesia tidak tahu bahwa negera mereka sudah merdeka, karena kemerdekaan itu ditentang banyak pihak termasuk penguasa Jepang pada kala itu.

Berita-pertama-kali-tentang-Prokalamsi-di-suratkabar Merdeka-Feb-1946
Berita pertama kali tentang Prokalamsi di surat kabar Merdeka, Feb 1946.


Riwu Ga Termasuk Orang Pertama Yang Mengetahui Indonesia Telah Merdeka

Seperti diceritakan sebelumnya, bersama adik Mr. Sartono (kelak menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Agung yang pertama), yang bernama Sarwoko yang mengemudikan mobil Jeep, Riwu Ga berteriak-teriak heroik mengumumkan kepada kumpulan rakyat sambil membawa bendera merah putih.

“Kita sudah merdeka, kita sudah merdeka!” Tindakannya sangat konyol dilakukan saat itu, karena bisa saja aparat keamanan tentara Jepang menembaknya sesuka hati.

Hasil tugas Riwu Ga itu membuat banyak rakyat Jakarta percaya bahwa Indonesia sudah merdeka. Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, mirip berita pendaratan Christopher Columbus ke Dunia Baru, yang baru diketahui oleh rakyat Eropa berbulan-bulan kemudian.

Memang ada yang mewartakan berita kemerdekaan RI secepat mungkin melalui medium elektronik berupa radio. Namun barang kotak bersuara itu sangat langka dimiliki oleh kebanyakan orang pada masa itu, dan kalaupun ada, isi beritanya sudah dikontrol penuh oleh penguasa Jepang.

Jusuf Ronodipuro juga menyiarkan berita kemerdekaan RI secara heroik melalui stasiun radio yang dikuasai Jepang. Juga di daerah-daerah pelosok, berita Proklamasi disiarkan ulang, seperti di Sumatera oleh Mohammad Sjafe’i atau di Riau oleh Angkatan Muda Perusahaan Telefon dan Telegraf beberapa minggu setelah 17 Agustus 1945.

Riwu Ga (bersama Sarwoko) adalah orang yang pertama kali menyiarkan berita Proklamasi Kemerdekaan secara langsung kepada rakyat Indonesia. Selama tahun 1945 tidak ada berita apapun di surat kabar manapun tentang Proklamasi Kemerdekaan. Keadaan ini memang aneh tetapi bisa dimengerti mengingat keadaan masa itu yang kritis.

Meninggal Tepat Tanggal 17 Agustus 1996, Pukul 17.00 Wita

Riwu Ga memang tinggal kenangan. Dia sepenggal sejarah yang kini terhempas jauh dari hiruk pikuk kemerdekaan. Menjadi yang tak diperhitungkan bangsa, konsekuensi dari seorang Riwu Ga. Keringat dan darahnya melayani bangsa terhapus carut marut birokrasi.
 
Matahari tepat di atas ubun-ubun, ketika penulis berkunjung ke sebuah rumah di bilangan Kelurahan Naikoten I, Kota Kupang. Atapnya pendek, sehingga untuk masuk ke dalam, harus sedikit jongkok.
“Rumah ini dibangun oleh almarhum ayah saya. Dia bangun rumah ini sekembalinya dari Jakarta, tahun 1948,” ujar Yance Riwu Ga, salah seorang putra Riwu Ga, ketika ditemui di rumah mereka, di Jl. Advokat No 4 RT 15/RW 6 Kelurahan Naikoten 1, Kecamatan Kota Raja, Kupang, Selasa (14/8/2012) lalu.

“Rumah ini sederhana, walau atapnya rendah, namun tidak panas. Apalagi kalau buka pintu belakang, angin banyak yang masuk sehingga rumah ini dingin,” tuturnya lagi.

Riwu-Ga-dan-anaknya zoomed
Riwu Ga (kiri) bersama anaknya, Yance Riwu Ga (kanan).
Dia mengurai, sebagai satu dari delapan anak Riwu Ga, mereka sering diceritakan oleh ayahnya tentang kisah perjuangannya bersama Bung Karno baik itu di Ende, lokasi pengasingan Soekarno, maupun di Jakarta.

“Kami dengar banyak cerita. Mulai dari masa pembuangan, hingga kemerdekaan. Kami sangat bangga pada ayah kami. Malah, ketika hendak dibuang ke Australia, Bung Karno tidak mau jalan kalau Riwu Ga tidak dibawa.”

Sayang, di masa tuanya, garis tangan majikan dan pembantu itu berbeda. Sukarno menjadi Presiden, dan Riwu Ga justru menjadi seorang Penjaga Malam pada Kantor Dinas PU Kabupaten Ende hingga pensiun pada tahun 1974.

“Tapi kami bangga pada bapa,” ungkap Yance.

Di usia senjanya, Riwu memang menghilang dari panggung gemerlap kemerdekaan. Dia menyingkir jauh, hingga ke Naikoten, Kota Kupang, kemudian ke Nunkurus di Kabupaten Kupang tahun 1992.

Di Kupang, Riwu hanya beberapa tahun, kemudian bersama isterinya Belandina Riwu Ga-Kana pun meniti hidup sebagai petani di Nunkurus, tepat di sebuah area pertanian yang dipadati gewang dan jati, di depan Markas TNI Naibonat.

“Di sana bapa dan mama menetap selama beberapa waktu, hingga bapa sakit dan dirawat di RSU Kupang selama hampir dua minggu. Dia dirawat di ruang kelas tiga. Sakitnya sakit orang tua, bapa mengeluh ada sakit di bagian perut,” ungkap Yance polos.

Takdir berkata lain. Tepat pukul 17.00 WITA, di hari peringatan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1996, ketika masyarakat Indonesia sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya, dalam prosesi penurunan bendera, Riwu Ga meninggal dunia.

Takdir berkata, bahwa Riwu Ga memang harus menutup matanya ketika Merah Putih benar-benar sudah diturunkan oleh pasukan pengibar, untuk disimpan. Jenazahnya lalu dimakamkan di TPU Kapadala, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kupang pada 19 Agustus 1996.

“Saat itu hadir ribuan orang. mereka ingin datang dan mendengar langsung kisah bapa. Sebagai anak, ketika dengar cerita bapa, kami terharu dan bangga. Karena seorang buta huruf, dia berarti. Walau tidak diingat jasa-jasanya. Dia kelahiran Sabu, tapi dia sudah banyak berbuat untuk Indonesia,” ujar Yance yang adalah pengajar di SMPN 2 Kupang itu sembari menyeka bulir air mata di sudut matanya mengenang ayahandanya.

Hingga saat ini, isterinya yang sudah berusia 70 tahun lebih itu masih menempati rumah mereka di Nunkurus.

Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional

rumah pngasingan sukarno ende-east-nusa
Rumah Pengasingan Sukarno Di Ende, Nusa Tenggara Timur
Sejumlah pertanyaan singgah di benak. Mengapa Riwu Ga tidak mendapatkan jabatan yang tinggi, padahal dia sangat dekat dan berjuang bersama Bung Karno?

Menjadi Pengawal Pribadi selama 14 tahun, fakta membuktikan bahwa Bung Karno pun membutuhkan pikiran Riwu dalam membangun fondasi sebuah negara yang masih dalam mimpi, di Ende, sebuah kota di NTT yang jauh dari Jakarta.

Riwu kini tinggal sebuah kisah. Kisah bahwa Riwu Ga pernah melayani tokoh terbesar sepanjang sejarah Indonesia itu.
Kisah bahwa dia diajak Gadi Walu, sepupunya dari Sabu, ke Ende untuk meniti hidup, kemudian tinggal bersama keluarga Bung Karno ketika dia sedang berjualan kue pisang goreng.

Selama 69 tahun merdeka, Pemerintah kita sangat sibuk membenahi berbagai sektor, sehingga lupa memberi penghargaan pada mereka yang sudah bertaruh nyawa bagi negeri ini. Menyedihkan memang, ketika berada di tengah birokrasi yang menutup mata terhadap realita perjuangan kemerdekaan.

“Pemerintah harusnya proaktif. Ini masalahnya. Hal-hal seperti itu, Pemda harus bergerak cepat dan berbuat sesuatu bagi pejuang,” ujar Peter A. Rohi, kepada Timor Express, Rabu (15/8/2012) lalu dari Jakarta.
Pernyataan senada disampaikan Pembina Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) NTT, Irjen Pol (Purn) Y. Jacky Uly.

Mantan Kapolda NTT itu mengurai, dalam sejarah perjuangan dan di veteran, ada dua jenis pejuang.
Yakni Pejuang Kemerdekaan, dan dia mencontohkan, sosok yang masuk kategori ini seperti Riwu Ga. Walau tidak angkat senjata, namun dia berada sangat dekat, dan malah terjun dalam mengisi perjuangan kemerdekaan.
Berikutnya, adalah Pejuang Pembela Kemerdekaan, seperti pejuang yang terlibat dalam Operasi Trikora, Dwikora dan beberapa lainnya.

“Saya minta, kita jangan berpikir sempit bahwa yang namanya pejuang itu adalah hanya mereka yang mengangkat senjata. Tidak begitu,” tegasnya lagi.

Pahlawan-Pahlawan Asal Nusa Tenggara Timur

rumah pengasingan bung-karno-di-bengkulu
Rumah Pengasingan Sukarno Di Bengkulu
Penulis senior yang menemukan file yang tersembunyi mengenai Riwu Ga itu menuturkan, banyak sejarah yang justru digali oleh orang lain dibanding pemerintah, baik itu Pemkab/Kota maupun Pemprov NTT.

“Padahal banyak tokoh pejuang kemerdekaan itu berasal dari NTT. Mereka berjuang diluar atau pada level nasional, namun tak pernah diangkat oleh pemerintah kita. Pemerintah hanya mengenal mereka ketika mereka pulang ke NTT, namun sebenarnya ada banyak yang sudah dilupakan,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, adalah Alexander Abineno, orang Amarasi yang jasanya tak pernah dilupakan karena dialah salah satu pendiri TNI Angkatan Laut.

Kisahnya menurut Peter, bermula dari Alexander merebut kapal perang musuh, kemudian kapal perang penjajah itu menjadi kapal perang pertama milik Indonesia yang disandarkan di Pelabuhan Tanjung Priok. Ada pula I.R Lobo, anggota KNIP yang menjadi Pendiri Kota Semarang dan Pendiri Direktorat Bea dan Cukai.

“Pemda NTT harus kreatif mencari data dan fakta, lalu mengusulkan tokoh-tokoh ini menjadi pahlawan. Jika dibanding dengan daerah lain, mereka mengusulkan banyak tokoh mereka, sedangkan kita tidak pernah. Sebenarnya Departemen Sosial hanya menunggu usulan kita saja, namun kita tak pernah, tidak mungkin Pemda DKI yang usulkan. Harus kita,”  Peter Riwu Rohi menambahkan.
Minimnya perhatian Pemerintah untuk mengusulkan tokoh-tokoh pejuangnya menjadi pahlawan pun disoroti tokoh yang pernah menjadi pimpinan polisi puluhan negara di dunia dalam operasi PBB di Afrika itu.

Indonesia menurutnya, juga memiliki perhatian yang tak begitu maksimal terhadap pahlawan. Dia membandingkan dengan Amerika dan Australia. Di dua negara itu, ada hari khusus yang ditetapkan untuk mengenang para veteran perang, dan semua aktivitas diliburkan.

“Karena itu, saya minta kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk jangan menutup mata terhadap para pejuang kita. Riwu Ga dan beberapa tokoh lainnya sudah saatnya diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Harus segera diusulkan. Kumpulkan data dan fakta, kemudian ajukan,” pungkasnya.

Selain Riwu Ga, Abineno, I. R. Lobo, ada juga Mone Kana. Sosok inilah yang membunuh Jenderal Portugis Dominggus da Costa di Penfui (kini Lanud El Tari). Tewasnya Da Costa menjadi simbol kekalahan Portugis di Nusa Tenggara.

Masyarakat lalu memuja Mone Kana sebagai pahlawan gagah berani. Tak hanya itu, banyak orang Sabu dan Rote yang terlibat dalam Pergerakan Nasional. Sejumlah referensi menuliskan, "Pemberontakan Kapal Tujuh” (Seven Provinscien Affair, 4 Februari 1933), setahun sebelum Bung Karno dibuang ke Ende, seorang pemimpin pemberontakan itu adalah Hendrik Pa Radja (kini namanya diabadikan pada sebuah jalan di wilayah Kelurahan Namosain-Alak, yakni Jl. Pa Raja).

Dia memimpin Johanes Rihi Dima, Ande Therik, Harsoyo -orang Jawa kelahiran Kupang, untuk melawan angkatan Laut Belanda. Selain itu, ada pula sejumlah tokoh NTT yang berkiprah dalam Perjuangan Kemerdekaan di Jakarta seperti E. R. Herewila, Tom Pello, H. A. Koroh, I. H. Doko, El Tari, Tjak Malada, Cornelis Dimu Djami, A. Nisnoni, Engelbertus Daniel Johannes, Amos Pah dan beberapa nama lainnya.

Fakta-fakta ini pertama kali penulis tahu, ketika membaca sebuah feature di harian Kompas 15 tahun silam, yang memuat profil Riwu Ga dengan jelas dan mencoba mengukuhkan perannya yang kecil bak sekrup dalam sebuah mesin penggerak yang bernama Proklamasi.
Namun tanpa sekrup kecil itu, mesin besar bisa saja tak akan bergerak. Inilah yang membuat alasan penulis untuk mengingatkan kembali perannya yang memang pantas dilupakan oleh kita, Bangsa Pelupa.

(sumber: kluget.com/baltyra.com/iyaa.com).


Referensi Lainnya:
1. Kompas, “Foto Proklamasi yang tidak dapat ditemukan”, 18 Agustus 2005.
2. Kompas, “Riwu Ga, Terompet Proklamasi”, 21 Agustus 1996.
3. Pramoedya Ananta Toer, et.al, “Kronik Revolusi Indonesia Jilid I”. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, bekerjasama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation, 1999.

Riwu-Ga-dan-anaknya