Translate

Senin, 02 Maret 2015

ISHAK ROHI LOBO, ORANG SABU YANG DUDUK DALAM PERUNDINGAN PEMBENTUKAN NKRI

Pada awal pembentukan negara ini nama I. R. Lobo sangat dikenal. Muncul bagai ayam jantan dari selatan, Lobo berbicara di rapat-rapat umum, di rapat KNIP (sekarang parlemen).

Pada Ensiklopedia Indonesia 1955 tertulis, Lobo lahir di Pulau Sabu, tetapi ia berjuang di Jawa Tengah pada masa revolusi, mendirikan Batalyon Paradja di Yogja sebagai wadah pemuda-pemuda NTT dalam pengabdian semasa revolusi.

Batalyon ini bagian dari Divisi Sunda Kecil pimpinan Ngurah Rai. Perwira-perwira Batalyon Paradja adalah Frans Seda, Prof. Ir. Herman Johannes, Hendrik Rade, Jermias Henuhili, Letnan Fernandez (ketiga yang terakhir dari Kompi Berani Mati yang tewas pada pertempuran di Wates. 

Lobo sempat mendirikan Kantor Doane (cikal bakal Dir. Bea Cukai RI) di Magelang. Dengan begitu dapat dikatakan dia adalah Dirjen Bea Cukai RI yang pertama. Perannya sebagai anggota KNIP adalah ikut menyusun politik luar negeri bebas aktif (baca dokumen KNIP), serta ditunjuk Presiden Soekarno untuk duduk dalam delegasi RIS pada perundingan pembentukan NKRI, setelah negara-negara federal dibubarkan (baca: Indonesia dalam Arus Sejarah jilid 6 hal. 470, dan jilid 7 hal. 21). 


Ketua delegasi RIS adalah Prof. Dr. Mr. Soepomo, dengan anggota Ishak Rohi Lobo, Mr. M. Kosasih Purwanegara, Mr. A. M. Tambunan, Teuku Moh. Hassan, B. Sahetapy Engel, dan Mr. A. W. Surjodiningrat. 


Sosok I R Lobo atau dikenal dengan nama panggilan Cak Lobo nikah dengan seorang perempuan Yahudi, terakhir menetap di Ungaran, Semarang. Ia meninggal tahun 1970-an. 

Singa podium itu kini telah tiada tanpa meninggalkan keturunan. Sama halnya dengan Martin Paradja dan Julian Hendrik, ia seakan dilupakan sejarah bahkan di kampung halamannya sendiri.


Nama-nama jalan protokol di NTT didominasi orang-orang baru yang tidak ikut revolusi, kecuali El Tari sebagai nama jalan dan lapangan terbang, serta monumen Letnan Fernandes di Larantuka. Juga nama Frans Seda diagungkan di Maumere. Tetapi baik El Tari, baik Frenandez dan Frans Seda adalah anak buah I R Lobo pada masa revolusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar